Bijak Menyikapi Pergolakan di Afghanistan

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 21:39 WIB
loading...
A A A
Pertama, setiap negara merdeka memiliki kedaulatan atas negeri, dan seluruh isinya. Bukan hanya Afghanistan saja, telah banyak negara mengalami pergolakan dalam perjalanan hidupnya. Pergolakan demikian, menjadi mudah terselesaikan, segera reda, dan tertransformasikan menjadi kedamaian, bila secara internal, negara atau bangsa yang bersangkutan, mampu bersikap dewasa, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan partai, kelompok, atau golongan.

Dalam konteks wawasan (pemikiran) demikian, kiranya pergolakan di Afganistan perlu dipandang sebagai persoalan internal, persoalan dalam negeri. Tidak perlu bangsa lain campur tangan. Dari pengalaman sejarah yang dialaminya, Afghanistan selama ini telah mampu bersikap tegas, tegar, dan mandiri. Upaya-upaya memisahkan diri dan menjadikannya negara merdeka dari Inggris maupun Rusia, dapat dijadikan sebagai bukti nyata tentang kedewasaan bangsa Afganistan. Begitu pula kemampuan Taliban berdiplomasi hingga tercapai kesepakatan damai dengan AS, merupakan bukti lain yang cukup keren. Kini, sikap bijak dan toleran terhadap sesama komponen bangsa, mesti diperlihatkan oleh Taliban dan pemerintahan “terguling”, maupun rakyat pada umumnya.

Kedua, perubahan wawasan semua pihak, ke arah perdamaian, mestinya menjadi niat dan kesepakatan nasional. Sikap emosi dan saling mendzalimi, mesti diakhiri, dan diubah menjadi sikap saling berbagi, melengkapi, berkasih-sayang sebaga bangsa. Memasuki era baru, tidaklah perlu mereka berseteru, konfrontasi, berbeda pendapat, secara ekstrem. Pilihan antara sistem pemerintahan demokrasi ataukah syariah Islam, bukanlah hitam atau putih, melainkan pilihan bersama yang diperoleh melalui dialog, musyawarah, mufakat. Kedua sistem pemerintahan itu justru perlu dikaji bersama, dan dicari titik temu, sehingga ada keterpaduan, sebagai sistem pemerintahan khas, unik, karakteristik untuk Afghanistan. Afghanistan, memiliki otoritas untuk menentukan pilihan terbaik tentang sistem pemerintahan ataupun bentuk negara, dan hal-hal lain yang bersifat internal. Pastilah, segalanya ditentukan melalui musyawarah-mufakat yang didasarkan pada sistem nilai yang mengakar pada agama maupun budayanya.

Ketiga, keterlibatan asing (negara, golongan, ataupun perorangan) perlu dicegah. Kalaupun ada niat baik untuk membantu, mesti dilakukan dengan cara-cara damai. Jangan ada pelibatan militer, atau kekuatan fisik lain. AS, China, Inggris, Rusia, Indonesia, ataupun negara dan kelompok manapun, patut memercayai dan mengapresiasi sikap moderat yang telah ditunjukkan oleh Taliban. Janji-janji untuk melindungi kaum perempuan, anak-anak, dan antiterorisme patut dikawal agar benar-benar menjadi kenyataan. Beberapa negara yang disebut ekpslisit tersebut – khususnya China dan AS – menjadi penting diingatkan akan tanggungjawabnya terhadap perdamaian dunia. Diketahui bersama bahwa kedua negara ini terlibat ketat dalam persaingan, khususnya di bidang perdagangan. Patut diapresiasi bahwa China dan Taliban telah bertemu dan saling memberikan legitimasi. “China berharap Taliban dan pemerintah Afghanistan dapat bersatu dengan partai politik lain, dan dengan semua kelompok etnis serta membangun kerangka politik sesuai dengan kondisi nasional yang inklusif secara luas, dan akan meletakkan dasar bagi perdamaian abadi”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, dilansir NDTV dari tulisan Bloomberg, Rabu (18/8/2021).

Keempat, dihadapkan pada pergolakan di Afghanistan yang masih labil, segala kemungkinan bisa terjadi. Maka sikap bijak bangsa dan pemerintah Indonesia adalah pengendalian diri untuk tidak mengangkatnya sebagai diskursus, atau kecenderungan berpihak pada salah satu di antara mereka yang sedang bertikai. Hindarkan segala tindakan yang mengesankan ikut campur-tangan urusan dalam negeri negara lain. Sungguh kesia-siaan, mencampur-adukkan pergolakan di Afghanistan, dengan urusan-urusan agama, golongan, partai, ataupun bangsa Indonesia sendiri. Wallahu’alam.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Berharap Penyelesaian...
Indonesia Berharap Penyelesaian Konflik Afghanistan-Pakistan Kedepankan Dialog
Taliban Sempat Datang...
Taliban Sempat Datang ke Indonesia, Ini yang Dilakukan Mereka
MUI Sebut Kelompok Taliban...
MUI Sebut Kelompok Taliban ke Indonesia Ingin Belajar Islam Wasathiyah
Indonesia Bantu Rp41,61...
Indonesia Bantu Rp41,61 Miliar untuk Bangun SDM Afghanistan
Ustaz Farid Ahmad Okbah...
Ustaz Farid Ahmad Okbah Disebut Fasilitator Kelompok JI dan Al Qaeda di Afghanistan
BNPT Sebut Ustaz Farid...
BNPT Sebut Ustaz Farid Ahmad Okbah Pernah Ikut Pelatihan di Afghanistan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved