Harga Tes PCR Paling Mahal di ASEAN, DPR: Indonesia Harus Berdaulat di Kesehatan

Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:28 WIB
loading...
Harga Tes PCR Paling...
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menegaskan Indonesia harus berdaulat di bidang kesehatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah merealisasikan penurunan harga swab test PCR menjadi Rp495.000-Rp525.000 Apalagi, dalam beberapa hari terakhir, isu ini santer diperbincangkan karena harga tes PCR di Indonesia yang jauh lebih mahal ketimbang India bahkan tertinggi di ASEAN.

“Kita mengapresiasi presiden bergerak cepat merespons, Kemenkes merespons melakukan koordinasi. Saya kira sudah melakukan suatu pendalaman pihak terkait soal PCR, mulai dari pengadaan dan distribusinya,” kata Rahmad kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

Politikus PDI Perjuangan ini menyadari, harga yang ditetapkan kemarin dibandingkan dengan harga sebelumnya sudah cukup signifikan penurunannya. Karena diketahui, pengadaan reagent yang harus diimpor menjadi komponen yang membuat harga tes PCR menjadi cukup mahal. Rahmad pun bersyukur karena dengan adanya media digital sekarang ini menjadi penyeimbang dan pembanding, membantu DPR sebagai mitra pemerintah memberikan masukan-masukan yang baik terkait harga-harga tes Covid-19 di Indonesia. Hal ini juga perlu dijadikan momentum agar Indonesia berdaulat penuh di bidang kesehatan yang selama puluhan tahun mengandalkan negara lain. Baca juga: Jabar, Banten, DKI Berhasil Tekan BOR di Bawah 30% Pasca PPKM

“Yang ingin saya sampaikan, bahwa inilah momentum kita harus berdaulat di industri farmasi, industri kesehatan kita, kita tidak boleh bergantung. Puluhan tahun kita terninabobokan, 90% bahan obat vitamin, alat kesehatan (alkes) 90% impor, ketika ada masalah kita akan mengalami kesulitan mendapatkan obat,” sesalnya. Baca juga: Tindak Lanjuti Perintah Jokowi, Kemenkes Pastikan Harga Tes PCR Rp450.000-Rp550.000

Oleh karena itu, kata Legislator Dapil Jawa Tenga V ini, sudah saatnya Indonesia memberikan kesempatan bahkan menggelar karpet merah bagi siapapun yang hendak berinvestasi di bidang kesehatan, mulai dari alkes hingga ke obat-obatan di Tanah Air. Ia yakin bahwa Komisi IX akan mendukung penuh hal ini. “Saya kira selaku parlemen dan Komisi IX selalu mendukung agar kita berdikari di bidang kesehatan melalui pemberian faislitas, mendatangkan investor, pengusaha untuk bisa membuka usaha di bidang farmasi untuk membuat alat PCR dan alkes dalam negeri,” ujarnya.

Dengan demikian, Indonesia bisa sebanding dengan India, karena industri farmasi dan kesehatan tumbuh berkembang di India, mulai dari penyediaan bahan baku, hingga pembuatan alkesnya. Dengan begitu, menjadi lebih efisien dan harganya menjadi terjangkau. “Kita harus berkaca pada situasi pandemi ini sehingga kita harus berdaulat total di bidang kesehatan,” tegas Rahmad.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Komisi III DPR Nilai...
Komisi III DPR Nilai Kasus Amsal Sitepu Janggal, Proses Hukum Tak Objektif
Rekomendasi
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved