76 Tahun Indonesia Merdeka, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ajak Berlomba Wujudkan Cita-Cita Bangsa
Selasa, 17 Agustus 2021 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gemala Hatta Jelaskan Tanda Tangan Bung Hatta yang Benar
Sebab, makna kemerdekaan menurut dirinya adalah persatuan, yaitu bersatu menuju cita-cita nasional, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Semua itu, kata Razikin, menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah bangsa untuk diwujudkan. "Karena itu kita perlu ta’awun (berbuat) untuk negeri," imbuhnya.
Dia menjelaskan, Ta’awun adalah mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, kegiatan yang baik dan saling melakukan kebaikan, atau berlomba untuk melakukan kebaikan itu. "Maka dalam 76 tahun kemerdekaan Indonesia kita harus berlomba-lomba untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia," tuturnya.
Dia melanjutkan, berlomba bukan berarti saling menang-menangan, tetapi saling menebarkan kebaikan dalam bingkai persatuan, Kebhinekaan dan ke-Indonesia-an. "Dalam makna yang demikian saya teringat dengan lomba-lomba 17 Agustus di masa kecil dulu, seperti lomba makan kerupuk yang menjadi lomba favorit saya. Semua kompetitor adu kecepatan untuk menghabiskan kerupuk itu dengan penuh semangat dan kegembiraan," kata Razikin.
Baca juga: Naskah Proklamasi Hanya Ditandatangani Soekarno dan Hatta, Begini Kisahnya
Sebab, makna kemerdekaan menurut dirinya adalah persatuan, yaitu bersatu menuju cita-cita nasional, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Semua itu, kata Razikin, menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah bangsa untuk diwujudkan. "Karena itu kita perlu ta’awun (berbuat) untuk negeri," imbuhnya.
Dia menjelaskan, Ta’awun adalah mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, kegiatan yang baik dan saling melakukan kebaikan, atau berlomba untuk melakukan kebaikan itu. "Maka dalam 76 tahun kemerdekaan Indonesia kita harus berlomba-lomba untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia," tuturnya.
Dia melanjutkan, berlomba bukan berarti saling menang-menangan, tetapi saling menebarkan kebaikan dalam bingkai persatuan, Kebhinekaan dan ke-Indonesia-an. "Dalam makna yang demikian saya teringat dengan lomba-lomba 17 Agustus di masa kecil dulu, seperti lomba makan kerupuk yang menjadi lomba favorit saya. Semua kompetitor adu kecepatan untuk menghabiskan kerupuk itu dengan penuh semangat dan kegembiraan," kata Razikin.
Baca juga: Naskah Proklamasi Hanya Ditandatangani Soekarno dan Hatta, Begini Kisahnya
Lihat Juga :