Agenda Membangun Resiliensi

Selasa, 10 Agustus 2021 - 20:01 WIB
loading...
A A A
Dua bahan baku resiliensi yang relatif bisa dikontrol justru ada pada diri kita sendiri, yaitu aspek kognitif, dan emosi. Seorang sering terjebak pada pola pikir keliru, yang kurang akurat menilai keadaan, sehingga respons, emosi, atau perilakunya juga salah. Berpikir katastrofis merupakan salah satu jebakan tersebut, dimana seorang menilai buruknya satu situasi, lebih parah dari kondisi aktualnya. Terjadi yang disebut “paronoid macan kertas”; seperti berhadapan dengan macan yang mematikan, padahal sebenarnya cuma macan kertas tak bergigi. Bias negatif, yakni kecenderungan memberi perhatian pada hal yang negatif, biasanya akan memperparah situasi. Momen beremosi negatif memang kerap seakan “berteriak” pada kita, sedangkan emosi positif hanya seperti “berbisik”. Efek hoaks, informasi tidak valid dari sumber-sumber tak bertanggung jawab, bekerja dengan mekanisme ini. Kecemasan yang tercipta tidak produktif, dan malah bisa merusak seperti kasus panik pembelian satu produk susu atau tabung oksigen walau pembeli tidak membutuhkannya.

Sistem kecemasan yang teraktivasi terus menerus, sayangnya, akan melemahkan sistem imun. Di tahap ini, adagium dari Nietzsche “what doesn’t kill you makes you stronger”, tidak lagi valid. Jelas kecemasan dan stres semacam ini mengganggu sumberdaya psikologis, biologis, kognitif dan kemampuan menyelesaikan masalah. Kombinasi emosi negatif lain bisa mencuat: rasa takut, marah, sekaligus juga merasa kewalahan, tidak berdaya, dan mungkin pupusnya harapan.

Ketenangan adalah bahan baku resiliensi yang dibutuhkan saat ini, karena akan menghasilkan penilaian yang lebih jernih atas situasi. Memungkinkan kita mengambil jarak dari keadaan, dan fokus pada sumberdaya yang dimiliki, serta mengatur rencana untuk mengatasi masalah. Kita lebih bijak melihat ancaman; kemungkinan terjadinya, keparahan dampaknya, atau kerumitan penanganannya. Menganalogikan warna zona saat pandemi, ketenangan menjaga kita berada pada zona hijau. Para ahli menganjurkan strategi mudah untuk menenangkan diri, seperti praktik pengaturan napas, menghilangkan ketegangan dengan pemijatan, dan juga bergerak aktif. Jika anda berkomitmen berolah-raga setiap hari, anda sudah di jalur yang benar.

Seiring dengan itu, menantang pikiran buruk dengan membingkai ulang situasi yang ada, dapat pula dijalankan. Ini membantu kita mengidentifikasi bukti dan fakta yang ada, memfasilitasi kita dalam mengantisipasi dan menyelesaikan masalah.
Pengelolaan emosi positif, adalah bahan resiliensi berikutnya yang juga “murah-meriah”. Emosi positif meluaskan pandangan kita atas kemungkinan-kemungkinan, opsi dari solusi, dan menjadi pendorong menyelesaikan solusi itu. Di sisi lain, emosi positif meredam efek buruk dari emosi negatif yang kita peroleh.

Aktif menciptakan momen yang menghasilkan emosi positif berperan sentral dalam resiliensi. Ada yang bilang, kita harus “menciptakan kebahagiaan”. Tapi “bahagia” terlalu generik untuk satu momen emosi positif. Emosi positif sesungguhnya punya rentang kategori yang lebih luas. Setidaknya 10 yang penting untuk dikenali: Rasa riang, terhibur, kedamaian, bersyukur, penuh harap, ketertarikan, terinspirasi, rasa kagum, dan rasa cinta. Mengenali kategori emosi positif ini, membantu kita dalam mengelolanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital
Waspadai Gangguan Mental,...
Waspadai Gangguan Mental, Akademisi Ingatkan Pentingnya Olahraga dan Berwisata
Kasus Bunuh Diri Tinggi,...
Kasus Bunuh Diri Tinggi, Akses Layanan Kesehatan Mental Diperlukan
Terungkap! Aipda HR...
Terungkap! Aipda HR Pencoret Mapolres Luwu Ternyata Alami Psikotik Akut
Puan Maharani Dorong...
Puan Maharani Dorong Resiliensi Bencana Berpusat pada Manusia
Jokowi Tinjau Inovasi...
Jokowi Tinjau Inovasi dalam Berikan Solusi serta Mitigasi Kebencanaan
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Menkes Ungkap 10% Anak...
Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Medsos Diduga Jadi Pemicunya
Viral Wanita Tinggal...
Viral Wanita Tinggal Setahun di Bandara Kuala Lumpur, Ternyata Alami Gangguan Mental
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Microdrama AI Second...
Microdrama AI Second Crown Tayang di V+Short, Drama Kerajaan yang Bikin Nagih
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Membangun Jalur Kereta di Permukaan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved