Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital

Jum'at, 31 Oktober 2025 - 09:11 WIB
loading...
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Indonesia darurat kesehatan mental dan kesadaran digital. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal mengatakan, ada data yang cukup mengkhawatirkan yakni remaja Indonesia saat ini mengalami gangguan mental yang cukup besar, serta kesadaran digital yang rendah.

"Indonesia sedang menghadapi dua gelombang yang saling menguatkan, yakni krisis kesehatan mental dan rendahnya kesadaran digital," kata Syam Basrijal, Jumat (31/10/2025).

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk usia kurang dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta mengalami depresi. Angka yang menggambarkan beban sunyi yang tak lagi bisa diabaikan oleh kebijakan publik maupun komunitas akar rumput.

Pada kelompok remaja, kata dia, angka gangguan mental mencapai angka 15,5 juta orang, atau dalam kondisi tren meningkat dalam setahun terakhir ini.

Baca juga: Tren Baru Pelukan Pelepas Stres Diburu Para Perempuan Muda di China

"Survei nasional I-NAMHS—riset pertama yang memotret kesehatan mental remaja Indonesia menemukan satu dari tiga remaja sekitar 15,5 juta orang mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, dan satu dari dua puluh sekitar 5,5% atau 2,45 juta memenuhi kriteria gangguan mental. Temuan serupa diringkas oleh UGM dan profil kesehatan remaja UNICEF 2024," jelasnya.

Di saat yang sama, konektivitas digital bagi anak-anak remaja tersebut pun mengalami lonjakan angka yang cukup cepat. Syam mengutip data APJII yang melaporkan 221,6 juta pengguna internet pada 2024 dengan penetrasi 79,5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
ITB Dorong Percepatan...
ITB Dorong Percepatan Akses Digital Indonesia
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Negara Mulai Batasi...
Negara Mulai Batasi Akses Digital Anak, Sri Gusni: Langkah Preventif Lindungi Generasi Muda
Infrastruktur Fisik...
Infrastruktur Fisik Dikebut, Pembangunan Kesehatan Mental Terlupakan
Cinta Laura Kiehl Ditunjuk...
Cinta Laura Kiehl Ditunjuk Jadi Duta Nasional Terbaru UNICEF Indonesia
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Keuangan, Didimax Tawarkan Edukasi Trading Forex Gratis
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved