Emansipatoris dalam Berkemanusiaan

Selasa, 10 Agustus 2021 - 15:40 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya pada tingkat ketiga ada cinta dan kebersamaan, kemudian tingkat selanjutnya adalah penghargaan dan tingkatan terakhir adalah aktualisasi diri. Manusia membutuhkan lima kebutuhan tersebut. Tentu saja dengan melewati hierarki demi hierarki kebutuhan itu.

Tidak mungkin seorang manusia merasa aman dan terjamin jika hierarki kebutuhan paling dasarnya saja tidak terpenuhi. Dalam satu sisi mari kita tarik maklum yang panjang pada si penyuara lantang ini.

Kondisi mengharuskannya untuk memenuhi tingakatan kebutuhan yang paling dasar. Aturan atau kebijakan pemerintah tidak lagi menjadi sesuatu yang dapat diindahkan. Larangan dan sanksi tak menjadi soal asal perut dapat terisi kenyang.

Pada sisi yang lain, kita temui pemerintah dengan kebijakannya. Bukan tanpa maksud pastinya. Laju corona kian memusnahkan akal sehat bangsa. Wajar, jika segala upaya dilakukan demi mengentaskan wabah mematikan yang mendunia ini.

Tidak ada yang salah dengan vaksin, tidak ada yang salah dengan aturan ketat protokol kesehatan, tidak ada yang salah dengan pembatasan kegiatan darurat. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Paling tidak hal tersebut merupakan salah satu ikhtiar untuk menyempurnakan hasil.

Lantas bagaimana hasilnya? Kita tidak perlu menjadi seorang ahli ramal, mengandaikan sesuatu yang belum pasti terjadi. Pada dasarnya keinginan rakyat tentu sangat sederhana. Sesederhana perut kenyang yang harus terpenuhi, sesederhana dibolehkan mengais rezeki di tanah air sendiri, sesederhana keadilan yang harus diwujudkan dengan landasan butir-butir Pancasila yang menjadi dasar negara.

Saat ini kita telah berdiri diantara dua jurang pemisah yang jika kita tidak menjaga keseimbangan maka kita akan terjun bebas ke dalam salah satu jurang lainnya. Kita berdiri dengan dalih menyelamatkan ummat manusia dengan kontrol atas indikator kesehatan dan ekonomi secara bersamaan.

Perlu diingat, kebutuhan fisiologis manusia adalah hierarki dasar yang harus dituntaskan. Kesehatan dan ekonomi merupakan bagian dari kebutuhan fisiologis tersebut. Tidak dapat dipilih juga tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
Aksi Kemanusiaan Dorong...
Aksi Kemanusiaan Dorong Pemulihan Kehidupan Warga Terdampak Bencana
Inisiasi Gerakan Bakti...
Inisiasi Gerakan Bakti Sosial, Dua Remaja di Depok Gandeng UMKM Bangun Kepedulian
Rekomendasi
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved