Anggaran Pilkada Membengkak, KPU Minta Dukungan DPR dan Pemerintah

Jum'at, 29 Mei 2020 - 08:08 WIB
loading...
Anggaran Pilkada Membengkak,...
Ketua KPU, Arief Budiman mengaku bahwa persoalan anggaran ini menjadi kekhawatiran tersendiri dalam persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19 ini. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku bahwa persoalan anggaran ini menjadi kekhawatiran tersendiri dalam persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19 ini. Karena, penerapan protokol Corona berimplikasi terhadap penambahan belanja pilkada dan pihaknya meminta adanya dukungan penuh dari DPR dan juga pemerintah soal anggaran sebelum tahapan dimulai pada 15 Juni.

“Sekarang keputusan sudah dibuat, teman-teman (pegiat pemilu) menjaga pemilunya, jangan berpikir menjaga KPU-nya, pemerintah atau DPR, tapi kita jaga pemilunya. Harus bisa dilaksanakan dengan kesiapan anggaran yang baik tapi juga tepat waktu. Kebutuhan anggaran harus dipenuhi sebelum tahapan dimulai,” ujar Arief “Lunch Break Bersama Ketua KPU: Antara Pandemi dan Pilkada, Harus Bagaimana?” secara virtual, Kamis (28/5/2020). (Baca juga: KPU: Anggaran Rp535 M Belum Termasuk Penambahan TPS)

Arief menjelaskan, menjalankan protokol kesehatan tidak hanya dilakukan di hari H pemungutan suara tapin di seluruh tahapan pilkada sebelum dan sesudah pemungutan suara. Di antaranya, ada pemutakhiran data pemilih dan juga verifikasi calon perseorangan yang juga harus menerapkan protokol Corona. Karena itu, harus ada anggaran untuk memenuhi kebutuhan itu, dan juga perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan logistik pilkada ini.

“Sebenarnya ini yang bisa kita kawal bersama. Makannya saya ngotot, bukan sekedar mengajukan usulan dan melakukan pembahasan anggaran tapi ada kepastian usulan anggaran bisa dipenuhi,” tegasnya.

Menurut Arief, kalau untuk kebutuhan pemungutan Desember, pihaknya yakin itu bisa terpenuhi karena ada waktu yang panjang untuk membahas, mencairkan dan mendistribuskian anggaran. Tetapi, untuk tahapan yang dimulai Juni, dia pun tidak mau pesimis. Yang jelas, harus ada dukungan DPR dan juga pemerintah.

“Harus ada dukungan DPR dan pemerintah, bukan hanya Kemendagri tapi juga Kementerian Keuangan. Karena ada kebutuhan anggaran untuk PPK, PPS, PPDP. Ini yang menurut saya, publik bisa sama-sama mengawal untuk kepentingan pilkada kita,” terang Arief.

Arief pun menguraikan skema penambahan anggaran ada 3 opsi yakni, dari APBD dengan menambahkan usulan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Kedua, melakukan rasionalisasi anggaran karena, banyak ruang untuk mengoreksi atau mengurangi anggaran dari tahapan-tahapan yang sudah dianggarkan. Terakhir, APBN untuk menambahkan kekurangannya. (Baca juga: DKPP Sebut Gugus Tugas Covid-19 Dukung Pilkada 9 Desember 2020)

“Saat rapat konsultasi diputuskan akan dibahas oleh DPR, biasanya usulan anggaran akan dipenuhi APBN. Kami tentu lebih nyaman NPHD tidak diotak-atok supaya tidak ada perdebatan, kekurangannya dipenuhi APBN, kalau ada sisa dipertanggungjawabkan ke kas daerah atau kas negara. Soal anggaran ini harus dicairkan secara cukup dan dicairkan tepat waktu,” tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
Roy Suryo Ungkap Ada...
Roy Suryo Ungkap Ada Perbedaan di Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
DPRD Kabupaten Waropen...
DPRD Kabupaten Waropen Diminta Hentikan Proses PAW Nixon Yenusi
Pendidikan Ketua KPU...
Pendidikan Ketua KPU M Afifuddin yang Disanksi DKPP Sewa Jet Pribadi Rp90 Miliar
Rekomendasi
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
Komisioner KPU Dianggap...
Komisioner KPU Dianggap Boros Anggaran karena Tinggal di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved