Intervensi Pemulihan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Tapal Batas Negeri

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 07:29 WIB
loading...
Intervensi Pemulihan...
Dr. Nurdin, Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Foto/Istimewa
A A A
Dr. Nurdin
*Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Badan Nasional Pengelola Perbatasan

Munculnya wabah Covid-19 kian menambah persoalan baru bagi komunitas di tapal batas negara. Selain masalah sehari-hari seperti pelayanan sosial yang belum maksimal, infrastruktur yang perlu dibangun, pendidikan yang perlu diakselerasi, dan sebagainya, kini masyarakat di kawasan perbatasan harus berhadapan dengan masalah baru, yaitu melawan virus Covid-19. Kondisi tersebut kemudian juga kian diperparah dengan dampak yang ditimbulkan terhadap berbagai sektor, terutama kesehatan dan ekonomi. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu wilayah perbatasan di timur Indonesia.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan per 24 Juli 2021 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diketahui sebanyak 40 kasus mutasi varian Delta B161.2. Varian virus yang pertama kali muncul di Wuhan-China tersebut telah menyebabkan peningkatan kasus aktif sebanyak 2,5 kali lipat dalam waktu tiga hari saja di NTT. Kondisi tersebut kian diperparah dengan temuan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional pada 26 Juli 2021 lalu yang menyebut penambahan kasus positif secara komulatif di NTT menembus angka 34.267 orang. Dengan jumlah tersebut, didapati 21.364 orang dinyatakan sembuh, 12.294 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 609 lainnya meninggal dunia.

Berbagai realitas itu menyiratkan penanganan terhadap Covid-19 kian membutuhkan penanganan serius. Diperlukan sejumlah cara dan upaya segenap pihak agar persoalan tersebut teratasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bulan Maret 2021, tingkat angka kemiskinan Indonesia sebesar 10,14% dengan jumlah penduduk miskin saat ini 27,54 juta orang. Dengan catatan itu, penulis mencoba memberikan perhatian khusus terhadap strategi penanggulangan wabah melalui sektor ekonomi. Lantaran, sektor tersebut saat ini mengalami kondisi yang mengkhawatirkan dan butuh penanggulangan ekstra. Pemerintah berharap melalui program intervensi dan perlindungan sosial yang digelontorkan, termasuk pada saat pandemi akan dapat berkontribusi menurunkan angka kemiskinan periode berikutnya.

Baca juga: Kesenjangan Kesejahteraan di Daerah Perbatasan Akan Kikis Nasionalisme

Diketahui, dampak dari pandemi Covid-19 telah berimplikasi pada penurunan pendapatan perkapita. Tahun 2020, pendapatan perkapita Indonesia sebanyak US$ 3.870. Hal itu menurun dari angka US$ 4.050 di tahun 2019 yang berakibat pada merosotnya posisi Indonesia ke tingkatan Lower Middle-Income Country, setelah sebelumnya masuk pada kategori negara Upper Middle-Income.

Sejumlah peneliti telah mengkaji dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi di Indonesia. Yamali & Putri (2020) mengatakan, krisis pagebluk telah mengakibatkan terjadinya PHK, PMI Manufacturing Indonesia, penurunan impor, inflasi, serta kerugian di bidang pariwisata yang mendorong turunnya okupansi. Hasil kajian tersebut meyiratkan pemangku kebijakan perlu lebih siap terhadap kondisi penurunan pertumbuhan ekonomi, serta lebih sigap dalam menyusun strategi pemulihan ekonomi.

Seperti diuraikan Sugiri (2020) dalam penelitiannya, sejatinya pemerintah telah melakukan sejumlah strategi agar ekonomi dapat ditingkatkan kembali. Strategi pemerintah tersebut dapat disimak pada kapasitasnya yang mendorong kebangkitan usaha mikro, kecil dan menengan (UMKM). Sugiri mencatat, kendati dorongan tersebut telah dilakukan, tetap dibutuhkan strategi jangka pendek dan jangka panjang agar kelangsungan perekonomian di sektor UMKM dapat berjalan berkesinambungan.

Perubahan situasi dan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan memiliki konsekuensi dan risiko yang lebih luas. Selain ancaman bencana alam, penjualan manusia, pencucian uang, penyeledupan barang terlarang, jalur tetorisme, penduduk ilegal, masyarakat di wilayah perbatasan memiliki akses yang kurang dalam mengembangkan strategi pencegahananya. Wabah covid 19 memberikan tantangan sekaligus peluang, dimana wilayah perbatasan ‘dipaksa melihat di dalam, menginventarisir kembali potensi sumber daya dan sumber daya manusia, guna mengatasi kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi wilayah. Secara faktual, masyarakat di perbatasan sebenarnya telah bertransformasi menjadi warga ínternasional’. Pengalaman interaksi dan visual mengarahkan mereka pada pemahaman yang berbeda dengan masyarakat lain diluar wilayah perbatasan. Wold Bank (2011) mengidentifikasi pentingnya tata kelola perbatasan kolaboratif, antara kebijakan antar negara, kebijakan nasional, dan pemberdayaan serta pengembangan ketahanan masyarakat perbatasan. Pada aspek ketahanan masyarakat, Wold Bank (2011) menegaskan pentingnya tranformasi masyarakat melalui pengembangan kapasitas, pengembangan ekonomi, dan sistim administrasi yang selaras dengan karaktersitik kebutuhan wilayah perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Program RSLH Ubah Nasib...
Program RSLH Ubah Nasib Ratusan Warga Kudus, 128 Rumah Dibangun Ulang
Rekomendasi
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved