Tata Ulang Fondasi Budaya Disiplin Bangsa; Bersiaga Melawan Krisis Pandemik Korona

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 11:30 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Sulit Terapkan Prokes di Penjara, Kemenkumham 'Lepaskan' 30.000 Napi

Contoh lain yang patut dicermati dan dipelajari tentang konstruksi bangunan budaya ‘budi-luhur’ seperti Jepang dan Singapura. Konsep Tripusat pendidikannya sudah sangat rapi dan terstruktur. Di Singapura penerapan aspek disiplin dalam masyarakat sangat ketat dan galak. Sehingga ada julukan Singapura is a FINE CITY (Kota Baik dan ‘galak’, penuh Denda agar ada efek jera). Walaupun Singapura baru ‘merdeka’, melepaskan diri dari Malaysia sejak 1965, namun bangunan fondasi budaya disiplinnya sudah melebihi dari Indonesia. Hasil pantauan secara akademik, ternyata semenjak tahun 80an, ketika mendisain fondasi Budaya, Singapura khusus mendatangkan pakar Budaya Organisasi dari kampus MIT-USA, Edgar Schein (Strategic Pragmatism,1996). Dengan memiliki fondasi budaya bangsa yang kokoh, barulah Economic Development Board (EDB) Singapura memakainya sebagai landasan TAKE-OFF untuk ekonomi Singapura. Hal ini sangat nyata bagaimana plat-form DYNAMIC GOVERNANCE bisa berjalan selama ini, sehingga bisa menerbangkan Singapura menjadi Hub Pelabuhan laut dan bandara (Neo & Chen, 2007), bahkan kini sudah menguasai KNOWLEDGE HUB di kawasan Asia.

Upaya Tata-ulang Fondasi Budaya Bangsa suatu PR Besar?
Keberuntungan saat berkuliah di FISIP-UI pada awal tahun 70an. Penulis masih sempat mendapatkan wejangan dari para gurubesar dan tokoh panutan. Sosiologi besutan Selo Sumarjan, Anthropologi dari Kuncaraningrat, Ilmu Politik dari Miriam Budiarjo, Psikologi dari Sarlito W Sarwono, Ilmu Ekonomi dari Sri Edi Swasono, dan masih banyak lagi yang lain. Contoh landasan pacu yang baik untuk bisa menerbangkan pertumbuhan ekonomi dan penguasaan teknologi dapat kita lihat di Singapura, Korsel, Jepang, Vietnam, Taiwan, dan China. Dari cotoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa fondasi dasar yang harus dibereskan adalah konstruksi landas pacu sosial-budaya terutama aspek ‘perdisiplinan dalam organisasi’. Supaya organisasi bisa kokoh tapi lentur, ketat protap tetapi ‘agile’, kesemua ini dimaksudkan supaya fondasi organisasi yang dibangun disesuaikan dengan karakter internal manusia Indonesia yang multikultural agar bisa dibentuk menjadi ‘able people (mampu), agile process (lentur), mau berpikir thinking ahead (visioner), thinking again (pembelajar yang baik) dan thinking across (mau belajar lintas disiplin) seperti gagasan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka. Kesemua upaya ini dimaksudkan agar bangsa Indonesia siap bertarung, berkolaborasi dengan siapa pun dalam menghadapi dinamika lingkungan organisasi yang kompleks penuh turbulensi.

Dalam kaitan ini pula, gagasan besar lainnya seperti pemikiran pakar MIT tentang Teori U (Otto Schammer , 2012), tentang budaya dan pola pikir positif bangsa. Agar manusia dalam organisasi mau berdisiplin diri, maka manusia sebagai makhluk sosial yang mau beradaptasi dan berubah harus bersedia membuka mata, telinga dan hati agar mau berpikir jernih melakukan adaptasi terhadap perubahan (OPEN MIND, OPEN HEART, dan OPEN WILL). Sehingga rancang bangun fondasi budaya disiplin bersiaga dalam menghadapi situasi apa pun dapat diwujudkan. Setiap warga bangsa, tentu ingin meningkatkan capaian kinerja di bidang apapun dari yang sudah berpredikat baik (Good) menjadi Hebat (Great). Untuk upaya ini harus dipikirkan secara mendalam dan bijak. Penanaman budaya disiplin secara menyeluruh, perlu dievaluasi dan direvitalisasi. Tahapan-demi tahapan harus dilatih. Mulai dari tahapan Proses DIPAKSA, DIBIASAKAN dan akhirnya bisa MEMBUDAYA.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
Sekolah Masuk Jam 6.30...
Sekolah Masuk Jam 6.30 WIB, Pakar Pendidikan: Tingkatkan Kepatuhan dengan Terpaksa
Mau Daftar Paskibraka...
Mau Daftar Paskibraka 2024? Ini Syarat Tinggi Badan yang Wajib Diketahui Calon Anggota
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Rekomendasi
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved