Jurnalisme untuk Kehidupan

Rabu, 04 Agustus 2021 - 05:10 WIB
loading...
A A A
Ketika informasi menjadi kebutuhan, masyarakat ingin mendapatkan asupan informasi yang berkualitas. Peran media massa tentu menjadi siginfikan. Sebagai institusi yang dilindungi undang-undang dan etika, media massa harus menjadi penyaring informasi. Awak media massa harus menjadi kurator informasi. Itulah yang membedakan media massa dan media sosial dalam proses menyebarkan informasi. Sayang, justru banyak media massa yang mengikuti gaya media sosial. Tanpa kurasi yang ketat, media massa sekadar mengejar user seperti karakter media sosial yang mengejar like atau retweet. Media massa harus menjadi palang pintu terdepan untuk menangkal berita bohong. Media massa harus berani menyajika berita yang bukan sekadar diinginkan masyarakat, tapi menyuguhkan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat harus membekali diri dengan jurnalisme. Salah satu cara bagi masyarakat menangkal berita bohong adalah memiliki sikap skeptis. Sikap yang mempertanyakan informasi tersebut. Ini adalah metode dasar seorang jurnalis mencari, mendapatkan, mengolah hingga menerbitkan informasi. Dalam buku Blur; Bagaimana Mengetahui Kebenaran di Era Banjir Informasi karya Bill Kovach danTom Rosenstiel (2012), cara ini bisa disebut skeptical knowing. Masih dalam buku yang sama dikatakan, ada beberapa langkah untuk bisa menjalankan skeptical knowing. Pertama adalah mengenali jenis konten yang dihadapi. Sebagai konsumen, masyarakat harus tahu jenis konten yang dihadapi apakah dari media massa---termasuk jenisnya---, media sosial, blog, vlog atau lainnya. Ini harus diidentifikasi terlebih dahulu.

Kedua, mempertanyakan apakah laporan informasi tersebut sudah lengkap dan ketiga adalah bagaimana menilai sumber informasi. Dalam jurnalisme sumber informasi bisa dari pernyataan seseorang (pejabat, tokoh, saksi, atau masyarakat), data, pandangan mata peristiwa dll. Ini harus dikenali untuk mengukur seberapa berhak sumber tersebut menjadi dasar sebuah informasi.

Keempat adalah mengevaluasi berita yang menyangkut peniliaian fakta. Bedakan antara memahami dengan mengamati. Juga penting membedakan antara kesimpulan (membuat hipotesis tentang arti sesuatu) dengan bukti (membuktikan dan mengesahhkan kesimpulan itu).

Langkah terakhir atau kelima adalah meneliti apakah kita mendapatkan apa yang kita perlukan dari berita pada umumnya. Setidaknya dengan cara di atas, kita semua bukan bagian yang mudah terpapar berita bohong.

Jurnalisme saat ini bukan hanya milik awak media massa. Di tengah perkembangan teknologi dan informasi, jurnalisme menjadi sebuah kebutuhan kehidupan. Tujuannya agar kualitas hidup kita (yang dibanjiri derasnya informasi) bisa lebih bermakna. Karena memang benar pernyataan Presiden Zach Herney dalam buku fiksi Deception Point (Dan Brown, 2017): tidak ada yang bisa menggantikan kebenaran. Sederas apa pun informasi saat ini, masyarakat kita berhak untuk mendapatkan kebenaran.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Isu Mark Up Harga Sepatu...
Isu Mark Up Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Itu Fitnah, Hoaks
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Rekomendasi
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Berita Terkini
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved