Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:40 WIB
loading...
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan teknologi digital , kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan konektivitas global mengubah pola kerja masyarakat secara drastis. Kondisi tersebut melahirkan ekosistem Gig Economy yang memungkinkan seseorang bekerja secara fleksibel tanpa terikat pola kerja konvensional.
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal mengatakan, di era Gig Economy aspek yang menjadi penentu penting masa depan seseorang lebih baik atau tidak bukan berasal dari siapa yang punya peluang lebih besar, akan tetapi tentang siapa yang mampu mengendalikan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Baca juga: Teknologi Digital Mengubah Lanskap Logistik Transportasi
Saat ini banyak profesi baru tumbuh melalui platform digital, mulai dari kreator konten, desainer, penulis, programmer, digital marketer, hingga konsultan independen.
Gig Economy merupakan sistem pasar tenaga kerja yang didominasi pekerja lepas (freelancer), pekerja kontrak jangka pendek, dan pekerja berbasis platform digital. Namun, di balik terbukanya peluang besar tersebut, dia melihat banyak orang justru mengalami kebingungan, mudah kehilangan fokus, hingga kesulitan membangun hasil yang konsisten.
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal mengatakan, di era Gig Economy aspek yang menjadi penentu penting masa depan seseorang lebih baik atau tidak bukan berasal dari siapa yang punya peluang lebih besar, akan tetapi tentang siapa yang mampu mengendalikan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Baca juga: Teknologi Digital Mengubah Lanskap Logistik Transportasi
Saat ini banyak profesi baru tumbuh melalui platform digital, mulai dari kreator konten, desainer, penulis, programmer, digital marketer, hingga konsultan independen.
Gig Economy merupakan sistem pasar tenaga kerja yang didominasi pekerja lepas (freelancer), pekerja kontrak jangka pendek, dan pekerja berbasis platform digital. Namun, di balik terbukanya peluang besar tersebut, dia melihat banyak orang justru mengalami kebingungan, mudah kehilangan fokus, hingga kesulitan membangun hasil yang konsisten.
Lihat Juga :