Wacana Hotel untuk Isoman, Habiburokhman Merasa DPR Diperlakukan seperti Binatang

Minggu, 01 Agustus 2021 - 20:45 WIB
loading...
Wacana Hotel untuk Isoman,...
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman mengklarifikasi perihal fasilitas hotel berbintang untukisolasi mandiri ( isoman ) wakil rakyat. Menurutnya, fasilitas itu masih wacana yang diperuntukkan bagi staf pendukung, ASN dan tenaga ahli di lingkungan DPR.

"Saya menyampaikan apa yang saya tahu. Saya kan hanya anggota DPR di BURT juga bukan, tapi yang saya tahu itu masih wacana dan sebetulnya bukan anggota tapi staf pendukung di DPR," kata Habib dalam diskusi virtual yang bertajuk "Hotel Mewah Isoman Sang Dewan", Minggu (1/8/2021).

Juru Bicara (Jubir) DPP Partai Gerindra ini juga mengaku, fraksinya juga mempertanyakan untuk apa fasilitas ini. Karena pihaknya juga lebih nyaman melakukan isoman di rumah masing-masing atau fasilitas DPR yang sudah ada.

Baca juga: Soal Anggota DPR Isoman di Hotel, Sekjen: Apa yang Mau Dibatalkan, Baru Wacana

"Kalau anggota lebih nyaman di rumah masing-masing atau di RJA (rumah jabatab anggota) atau di Wisma Kopo (villa milik Setjen DPR)," katanya.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini menjelaskan, MKD juga barus saja melakukan refocusing sekitar 30% anggarannya untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, sempat ada wacana agar gaji Anggota DPR dipotong untuk mengcover biaya anggota tersebut jika terpapar Covid-19 dan harus dirawat, karena asuransi yang dimiliki anggota tidak menanggungnya. Bahkan, adanya sejumlah anggota DPR yang wafat karena Covid-19 itu salah satunya karena persoalan tersebut.

"Makanya kan ada kasus kayak mohon maaf ada kawan yang pulang kemarin kan karena persoalan begituan kan. Ada wacana supaya Covid yang selama ini dicover yang selama ini, jadi enggak pengeluaran dari APBN sekali tapi dari asuransi yang memang sudah ada dan diambil dari dipotong hak keuangan kami selama ini," katanya.

Baca juga: Puan Maharani: Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 Khusus DPR Belum Diperlukan

Oleh karena itu, Anggota Komisi III DPR ini juga menyayangkan bahwa berbagai pihak langsung menyalahkan anggota DPR atas persoalan fasilitas isoman ini. Padahal, anggota DPR juga selama ini sudah banyak yang berbuat untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi, baik di komisi maupun perorangan.

Misalnya Komisi VI yang mitra BUMN memaksimalkan vaksin dan obat Covid-19, Komisi VIII meminta agar wisma haji difungsikan sebagai tempat isolasi, Komisi IX memastikan bagaimana percepatan vaksinasi dan pengadaan obat, memutus panjangnya mata rantai importasi bahan baku obat, dan komisi-komisi lainnya. "Saya pikir itu yang perlu kita juga sampaikan itu," imbuh Habib.

Habib menyesalkan bahwa informasi soal isoman ini membuat DPR diperlakukan seperti binatang. Padahal, sudah banyak anggota DPR yang berbuat dan membantu masyarakat. Bahkan, ia pun menantang agar kinerja anggota DPR ini dicek satu per satu.

"Tiba-tiba ada info soal isoman, ini come on, kita benar-benar kayak seperti binatang gitu diperlakukan. Seolah kita seperti seperti binatang padahal kalau teman-teman mau ngeliat, sebagian anggota DPR itu sudah, kalau Anda cek satu per satu, mungkin semuanya sudah mendapatkan 100% pendapatan dari DPR untuk membantu masyarakat di dapilnya," katanya.

Misalnya, kata Habib, mulai dari pengadaan vaksinasi, penyerahan bantuan sembako dan lain sebagainya telah dilakukan untuk masyarakat. Ia mengakui bahwa itu memang kewajiban sebagai anggota Dewan, tapi kalau kinerja ini tidak disampaikan, para wakil rakyat justru diperlakukan sebagai binatang, difitnah dan dihujat.

"Kalau ini kami tidak sampaikan, nah ini kami dianggap seperti binatang. seenaknya difitnah, dihujat, tanpa diklarifikasi terlebih dahulu, ini kan modelnya begitu sekarang, kami saja enggak tahu. Setiap kebijakan kami akan mendapatkan lembaran, biasanya surat beramplop cokelat di ruangan masing-masing. Sosialisasi, begini, begini. Ini nggak ada kok, saya juga cek ke anggota. Ya menurut saya belum ada, tidak ada kebijakan itu," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved