Esensial Idul Adha dan Solusi Pemberantasan Korupsi
Senin, 19 Juli 2021 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail, kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar, keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim, dalam perang badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini.
Perlu di ingat, bukannya menyerah atau larut dalam bisik dan bujuk rayu setan yang terkutuk, Nabi Ibrahim se-keluarga melempari penghuni kekal neraka (setan) ini dengan batu, yang kita ketahui sebagai kegiatan jumrah dalam salah satu adab pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah Al Mukaramah.
Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim dan Idul Adha, Hari Kurban, hal ini seyogianya kita jadikan momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia.
Tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan kita mengontrol dan mengendalikan hasrat serta hawa nafsu sehingga menjadi rakus layaknya se-ekor tikus, tidak pernah puas, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki.
Dalam perspektif sejarah Islam, sebuah riwayat hadis bahkan menyebut bahwa Baginda Rasulullah Muhammad SAW enggan menyalati jenazah seseorang yang melakukan penggelapan harta, Naudzubillah Min Dzalik.
Alasan Nabi Muhammad SAW enggan menshalati jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah almarhum sebelum dikebumikan.
Perlu di ingat, bukannya menyerah atau larut dalam bisik dan bujuk rayu setan yang terkutuk, Nabi Ibrahim se-keluarga melempari penghuni kekal neraka (setan) ini dengan batu, yang kita ketahui sebagai kegiatan jumrah dalam salah satu adab pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah Al Mukaramah.
Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim dan Idul Adha, Hari Kurban, hal ini seyogianya kita jadikan momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia.
Tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan kita mengontrol dan mengendalikan hasrat serta hawa nafsu sehingga menjadi rakus layaknya se-ekor tikus, tidak pernah puas, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki.
Dalam perspektif sejarah Islam, sebuah riwayat hadis bahkan menyebut bahwa Baginda Rasulullah Muhammad SAW enggan menyalati jenazah seseorang yang melakukan penggelapan harta, Naudzubillah Min Dzalik.
Alasan Nabi Muhammad SAW enggan menshalati jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah almarhum sebelum dikebumikan.