alexametrics

Ini Daerah yang Dinilai Siap Laksanakan New Normal

loading...
Ini Daerah yang Dinilai Siap Laksanakan New Normal
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, ada dua kriteria daerah yang dinilai bisa menuju normal baru (new normal). Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, ada dua kriteria daerah yang dinilai bisa menuju normal baru (new normal). Kriteria tersebut adalah daerah yang sama sekali tidak ada kasus positif virus Corona (Covid-19) dan daerah hijau.

(Baca juga: Demokrat Sebut New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah)

Doni menyebut, ada 110 daerah yang sama sekali belum ada kasus positif Covid-19. "Terdapat sebanyak 110 kabupaten/kota dimana terdiri dari 87 di wilayah daratan dan 23 di wilayah kepulauan," kata Doni seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta, Rabu (27/5/2020).



(Baca juga: Dokter Tirta: COVID-19 Tidak Bisa Hilang Total, Hanya Bisa Dikontrol)

Namun begitu dia menyebutkan, tidak semua daerah yang bebas virus Corona tersebut diberikan tawaran membuka pembatasan. Pasalnya Papua menjadi daerah yang dikecualikan untuk melakukan pembukaan.

"Kecuali Papua, maka yang akan nantinya diberikan tawaran untuk membuka adalah 87 kabupaten/kota yaitu 65 di wilayah daratan dan 22 di wilayah kepulauan," ungkapnya.

Doni mengatakan, daerah-daerah ini nyaris steril dari ancaman covid tetapi belum tentu selamanya akan tetap aman. Namun menurutnya daerah-daerah tersebut dapat aman dari covid-19 karena tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat yang tinggi.

"Kemudian kerja sama antara tokoh-tokoh yang ada di daerah baik pemerintah maupun unsur-unsur tokoh tokoh nonformal lainnya sampai ke tingkat RT dan RW. Kemudian adanya sejumlah daerah yang terisolasi sehingga aman dari Covid-19 termasuk daerah-daerah yang relatif sangat jarang dikunjungi oleh dari luar," jelasnya.

Lebih lanjut daerah yang bisa menerapkan normal baru adalah yang berstatus hijau. Daerah tersebut adalah yang dalam beberapa minggu terakhir ini mengalami penurunan kasus sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh WHO. Dimana penurunan jumlah kasus positif dua minggu lebih dari 50%.

"Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP 2 minggu lebih dari 50%. Penurunan jumlah meninggal kasus ODP dan PDP, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP dirawat di rumah sakit, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari ODP dan PDP. R0 (rasio penularan) efektif kurang dari 1. Kemudian jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam 2 minggu," paparnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa untuk daerah yang belum memiliki kasus positif perlu dipersiapkan fasilitas kesehatan dan simulasinya. Sementara untuk daerah yang R0nya sudah kurang dari 1 diharapkan bisa melakukan protokol untuk simulasi di lapangan sebelum membuka kegiatan.

"Kepala daerah dan forkopimda diharapkan juga bisa melakukan koordinasi dan menyusun protokol untuk uji coba di lapangan sebelum membuka kegiatan. Dan prasyarat kesehatan yang dikoordinasikan dan oleh menteri kesehatan dan gugus tugas menjadi prasyarat mutlak," katanya.

Airlangga menyebut ada beberapa daerah yang kasus Covid-19 relatif menurun. Di antaranya Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarya, Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau. Lalu Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Dan Kalimantan Barat.

Namun berdasarkan data Bappenas ada tujuh daerah yang dinilai siap membuka kegiatan. "Beberapa daerah sudah terindikasi siap yaitu Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku, Jambi, DKI Jakarta sesudah 4 Juni nanti. Kemudian Jawa Barat ada beberapa daerah. Jawa Barat PSBBnya sampai tanggal 29 Mei," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak