Tepatkah Vaksin Individu Berbayar?

Senin, 12 Juli 2021 - 05:56 WIB
loading...
Tepatkah Vaksin Individu...
Pemerintah terus mengejar target vaksinasi. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
Keputusan pemerintah memberikan akses vaksin berbayar untuk masyarakat menjadi kabar baik bagi mereka yang mampu menyediakan anggaran kesehatan memadai. Di sisi lain, vaksinasi berbayar untuk individu ini semakin menyulitkan bagi kalangan yang pendapatannya pas-pasan di masa pandemi Covid-19 .

Keputusan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 19/2021 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 itu membuka peluang semakin cepatnya program vaksinasi nasional. Akan tetapi, bagi masyarakat golongan bawah, tentu saja vaksin hanya akan menjadi angan-angan karena harga yang ditetapkan relatif mahal.

Bayangkan, harga pembelian vaksin ditetapkan pemerintah adalah Rp321.660 per dosis dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis. Artinya, apabila ditotal untuk dua kali vaksin, harganya mencapai Rp879.140 per orang. Uang sejumlah itu tentu sangat berarti bagi masyarakat menengah dan golongan kecil yang setiap bulannya harus menyisihkan anggaran esktra untuk membeli vitamin dan suplemen makanan untuk menjaga kesehatan keluarga.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, vaksin berbayar yang pelaksanannya di jaringan Kimia Farma itu adalah untuk vaksinasi suntikan pertama dan kedua. Bukan untuk booster, yang diberlakukan untuk petugas tenaga kesehatan. Adapun masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi berbayar ini dapat membelinya mulai besok di delapan klinik jaringan Kimia Farma di beberapa kota di Pulau Jawa.

Perihal vaksinasi di Kimia Farma itu juga disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury. Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi individu oleh Kimia Farma Group merupakan upaya untuk mengakselerasi penerapan vaksinasi dalam membantu program vaksinasi nasional dalam upaya mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok.

Kimia Farma sebagai bagian dari holding BUMN farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui vaksinasi gotong-royong perusahaan maupun individu. Untuk pelaksanannya, vaksinasi bebayar ini dilakukan melalui PT Kimia Farma Diagnostika yang sebelumnya juga telah mendistribusi vaksin gotong royong ke sejumlah perusahaan pada berbagai kluster industri di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Kendati program vaksinasi gotong-royong berbayar ini sangat baik untuk mendukung percepatan program vaksinasi nasional, keputusan tersebut tak ayal menyisakan pertanyaan dari sejumlah kalangan, termasuk DPR. Sejumlah wakil rakyat mempertanyakan program vaksin berbayar tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan rencana awal di mana vaksinasi untuk masyarakat diberikan secara gratis untuk semua lapisan masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Kejagung Usut Kasus...
Kejagung Usut Kasus Dugaan Korupsi di Kimia Farma
Cegah Pneumonia, Vaksin...
Cegah Pneumonia, Vaksin PCV 13 Siap Didistribusikan
Bangkit Kembali dari...
Bangkit Kembali dari Bencana: Mengapa Indonesia Harus Terus Mengimunisasi Setiap Anak?
Kemenkes: Vaksinasi...
Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Indonesia Capai 86,95%
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Vaksin dalam Menghadapi KLB Polio
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Jakarta Masih Nihil...
Jakarta Masih Nihil Kasus Super Flu, Pramono Imbau Warga Vaksinasi demi Pencegahan
Rekomendasi
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Berita Terkini
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved