Guru Besar UI Soroti Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Saat PPKM Darurat
Jum'at, 09 Juli 2021 - 11:29 WIB
loading...
Pemakaman korban Covid-19. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air terus meningkat terutama pada periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat diberlakukan. Hal ini disorotGuru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama.
Diketahui, angka kematian tertinggi pada 7 Juli 2021. Saat itu, dalam sehari sebanyak 1.040 orang meninggal akibat Covid-19. Kemudian, pada 8 Juli 2021 angka kematian akibat Covid-19 juga masih tinggi di angka 852 orang meninggal.
"Pada 8 Juli 2021 kemarin dilaporkan ada 38.391 pasien baru Covid-19 dan yang amat menyedihkan adalah 852 orang meninggal dunia," kata Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (9/7/2021).
Baca juga: 5.250 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, Jumlah yang Meninggal Bertambah
"Peningkatan jumlah kasus baru mungkin dapat dihubungkan dengan peningkatan jumlah tes dan mgk telusur, tetapi lebih dari 850 warga bangsa yang meninggal tentu butuh tindakan nyata agar angkanya tidak meningkat lagi," tambah Tjandra.
Tjandra menjelaskan bahwa World Health Organization kerap menggunakan istilah 'Public Health and Social Measure (PHSM)' untuk menggambarkan upaya pembatasan sosial.
Baca juga: PPKM Darurat, BPTJ Tegaskan Penumpang Bus AKAP dan AKDP Wajib Punya Sertifikat Vaksin
Diketahui, angka kematian tertinggi pada 7 Juli 2021. Saat itu, dalam sehari sebanyak 1.040 orang meninggal akibat Covid-19. Kemudian, pada 8 Juli 2021 angka kematian akibat Covid-19 juga masih tinggi di angka 852 orang meninggal.
"Pada 8 Juli 2021 kemarin dilaporkan ada 38.391 pasien baru Covid-19 dan yang amat menyedihkan adalah 852 orang meninggal dunia," kata Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (9/7/2021).
Baca juga: 5.250 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, Jumlah yang Meninggal Bertambah
"Peningkatan jumlah kasus baru mungkin dapat dihubungkan dengan peningkatan jumlah tes dan mgk telusur, tetapi lebih dari 850 warga bangsa yang meninggal tentu butuh tindakan nyata agar angkanya tidak meningkat lagi," tambah Tjandra.
Tjandra menjelaskan bahwa World Health Organization kerap menggunakan istilah 'Public Health and Social Measure (PHSM)' untuk menggambarkan upaya pembatasan sosial.
Baca juga: PPKM Darurat, BPTJ Tegaskan Penumpang Bus AKAP dan AKDP Wajib Punya Sertifikat Vaksin
Lihat Juga :