Politikus PDIP Risau PPKM Darurat di Jakarta Belum Efektif, Minta Anies Lakukan Ini
Senin, 05 Juli 2021 - 18:21 WIB
loading...
Banyaknya kendaraan dari arah Depok yang ingin melewati pos PPKM Darutat Lenteng Agung membuat polisi kewalahan dalam melakukan penyekatan. Foto/MPI/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Deddy Sitorus menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat , terkesan belum terlaksana efektif. Menurut Deddy, kebijakan tersebut belum terimplementasi dengan baik di lapangan, termasuk di DKI Jakarta.
"Saya melihat komunikasi publik dan implementasi lapangan dari PPKM ini tidak didesain dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan di titik-titik penyekatan, jalanan masih tetap ramai, aktivitas di luar wilayah perkantoran masih tetap tinggi," ujar Deddy di Jakarta, Senin (5/7/2021).
Deddy menuturkan, PPKM Darurat di Jakarta hanya seperti hari libur. Orang tidak bekerja tetapi aktivitas lain tetap berjalan seperti biasa dan tidak terlihat penurunan aktivitas di permukiman atau tempat-tempat keramaian.
"Seharusnya penyekatan itu dilakukan di pintu keluar masuk permukiman, sehingga sejak awal aktivitas warga yang tidak mendesak bisa dikurangi. Tanpa kerja sama aparatur terbawah dan warga di tingkat RT, PPKM ini tidak akan pernah mencapai tujuannya," ujar Deddy.
Baca juga: PPKM Darurat, Menkes Bingung Jalan di Jakarta Masih Juga Macet
Deddy pun risau dengan kondisi ini. "Terus terang saya risau kalau melihat keramaian di tingkat permukiman, apalagi daerah padat. Aktivitas warga tidak berkurang signifikan, ini sangat berbahaya," katanya.
Dia menegaskan, varian virus corona yang sekarang menyerang, terutama varian Delta, sangat cepat penularannya. Klaster keluarga juga terus meningkat, demikian pula penderita anak-anak. Deddy semakin khawatir karena kapasitas pelayanan kesehatan sudah melebihi kapasitas, dan terjadi kelangkaan oksigen.
"Saya melihat komunikasi publik dan implementasi lapangan dari PPKM ini tidak didesain dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan di titik-titik penyekatan, jalanan masih tetap ramai, aktivitas di luar wilayah perkantoran masih tetap tinggi," ujar Deddy di Jakarta, Senin (5/7/2021).
Deddy menuturkan, PPKM Darurat di Jakarta hanya seperti hari libur. Orang tidak bekerja tetapi aktivitas lain tetap berjalan seperti biasa dan tidak terlihat penurunan aktivitas di permukiman atau tempat-tempat keramaian.
"Seharusnya penyekatan itu dilakukan di pintu keluar masuk permukiman, sehingga sejak awal aktivitas warga yang tidak mendesak bisa dikurangi. Tanpa kerja sama aparatur terbawah dan warga di tingkat RT, PPKM ini tidak akan pernah mencapai tujuannya," ujar Deddy.
Baca juga: PPKM Darurat, Menkes Bingung Jalan di Jakarta Masih Juga Macet
Deddy pun risau dengan kondisi ini. "Terus terang saya risau kalau melihat keramaian di tingkat permukiman, apalagi daerah padat. Aktivitas warga tidak berkurang signifikan, ini sangat berbahaya," katanya.
Dia menegaskan, varian virus corona yang sekarang menyerang, terutama varian Delta, sangat cepat penularannya. Klaster keluarga juga terus meningkat, demikian pula penderita anak-anak. Deddy semakin khawatir karena kapasitas pelayanan kesehatan sudah melebihi kapasitas, dan terjadi kelangkaan oksigen.
Lihat Juga :