Percepatan Vaksinasi Perlu Didukung Sosialisasi dan Literasi Vaksin

Rabu, 30 Juni 2021 - 21:41 WIB
loading...
Percepatan Vaksinasi...
Warga mendapat suntikan vaksin Covid-19 saat mengikuti vaksinasi massal di Auditorium Poltekkes Kemenkes Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021). FOTO/DOK.SINDOnews/ALI MASDUKI
A A A
JAKARTA - Total penduduk Indonesia yang sudah menjalani vaksinasi penuh hingga saat ini masih sangat minim, baru sebesar 4,95% seperti dilansir dari laman kawalcovid19.id, Rabu (30/6/2021). Kondisi itu berbanding jauh ketimbang di negara lain seperti Amerika Serikat dan China yang tingkat vaksinasi penuhnya telah mencapai 46,61% dan 15,97% (merujuk laman VOA Indonesia 29/6/2021). Di Singapura, sejauh ini, 36,1% warganya juga telah mendapat vaksin penuh, dan 50% dari mereka telah menerima vaksin sebanyak satu dosis.

Peneliti bidang sosial The Indonesian Institute (TII), Nisaaul Muthiah menyatakan, Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya harus mempercepat proses vaksinasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Ia menilai keberhasilan proses vaksinasi ini sangat berpengaruh pada kebijakan-kebijakan lain. Salah satunya, kebijakan di bidang pendidikan.

"Jika jumlah penduduk yang divaksin masih sedikit, maka kebijakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pun masih sangat berisiko untuk dijalankan. Kabar terakhir, jumlah guru yang telah mendapat vaksin juga masih minim. Apalagi akhir-akhir ini jumlah kasus COVID-19 kembali meningkat, termasuk pada anak-anak, sementara proses vaksinasi untuk anak belum berjalan," kata Nisa dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi, TNI AL Buka Gerai Vaksin Covid-19 di Muara Angke

Di sisi lain, ia mengapresiasi capaian Kemenkes yang sempat mencapai target 1,31 juta vaksinasi per hari pada Sabtu (26/6/2021) dan menghapuskan syarat KTP domisili untuk mendapatkan vaksin. Harapannya, capaian tersebut dapat dipertahankan agar proses percepatan vaksinasi dapat terlaksana.

Nisa juga menyatakan bahwa untuk mempercepat proses vaksinasi, sosialisasi dan literasi mengenai vaksin COVID-19 masih sangat diperlukan.

"Di daerah pedesaan, terutama pada masyarakat-masyarakat yang bekerja di sektor informal, masih banyak warga yang tidak mengetahui cara mendapatkan vaksin, padahal mereka ingin melakukan vaksinasi. Sebaiknya Puskesmas dan berbagai pos pelayanan kesehatan melakukan sosialisasi yang lebih gencar pada masyarakat terkait hal tersebut. Mereka dapat bekerja sama dengan perangkat RT/RW di masing-masing wilayah untuk melakukan sosialisasi," kata Nisa.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit warga yang masih menolak vaksinasi. Terkait hal itu, Nisa menyatakan bahwa literasi mengenai pentingnya vaksin masih sangat diperlukan.

Baca juga: Jokowi: Vaksinasi 1 Juta Perhari Jangan Ditawar-tawar Lagi!

Kemenkes dan Kominfo perlu bekerja sama untuk membuat video yang berisikan literasi mengenai pentingnya vaksin, dan menayangkan video tersebut di televisi. Hingga saat ini televisi masih menjadi media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Kerja sama dengan masyarakat sipil, dan berbagai pihak, termasuk media dan pihak swasta, lembaga pendidikan, serta lainnya, untuk ikut menyosialisasikan mengenai vaksin ke khalayak luas.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Cegah Pneumonia, Vaksin...
Cegah Pneumonia, Vaksin PCV 13 Siap Didistribusikan
Bangkit Kembali dari...
Bangkit Kembali dari Bencana: Mengapa Indonesia Harus Terus Mengimunisasi Setiap Anak?
Vaksinasi Dinilai Tetap...
Vaksinasi Dinilai Tetap Penting meski Covid-19 di Indonesia Terkendali
Masyarakat Diimbau agar...
Masyarakat Diimbau agar Disiplin Lagi Memakai Masker
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Jokowi Imbau Masyarakat Segera Vaksinasi
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Jakarta Masih Nihil...
Jakarta Masih Nihil Kasus Super Flu, Pramono Imbau Warga Vaksinasi demi Pencegahan
Rekomendasi
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved