Kapal Otonom dan Disrupsi Sektor Maritim

Senin, 21 Juni 2021 - 07:29 WIB
loading...
A A A
Norwegia sebagai salah satu negara anggota organisasi maritim internasional bahkan sudah membuat regulasi untuk mengakomodasi perkembangan kapal otonom. Garis besar kapal otonom tertuang dalam Regulatory Scoping sehingga menjadi petunjuk bagi negara lain untuk mengadopsi aturan kapal otonom sesuai konteks lokal. Terkait regulasi terdapat setidaknya empat tingkat yang menunjukkan tahap adopsi teknologi kapal otonom di dunia. Tingkat pertama adalah kapal berawak dengan proses otomatis dan alat dukung pengambilan keputusan; tingkat kedua, kapal yang dikendalikan dari jarak jauh dengan pelaut di dalamnya; tingkat ketiga, kapal yang dikendalikan dari jarak jauh tanpa pelaut di atas kapal; dan tingkat keempat, kapal yang sepenuhnya otonom. Melihat dari upaya pemisahan tingkat tersebut, tampak diskursus internasional soal kapal otonom cukup sadar akan potensi teknologi otonom ini. Dalam kondisi existing, biaya perkapalan salah satunya muncul karena membutuhkan tenaga manusia yang tidak sedikit.

Dalam suatu kapal untuk dapat beroperasi, kapal harus memiliki nakhoda, navigator, teknisi, dan ABK (Anak Buah Kapal) lainnya. Tenaga dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan suatu kapal dengan baik dan aman tidaklah sedikit. Otomatis efisiensi menjadi strategi bertahan bagi pelaku industri logistik laut. Kondisi di industri logistik laut jelas berbeda dengan moda transportasi yang lain.

Sebagai negara dengan potensi maritim yang besar, Indonesia diperkirakan akan mengadopsi teknologi perkapalan otonom karena merupakan keniscayaan. Sama halnya dengan transformasi industri manufaktur menjadi AI (artificial intelligence) atau lebih spesifiknya mobil listrik yang mengarah pada autonomus vehicle (mobil otonom). Tetapi, transisi karena pengaruh teknologi akan membawa dampak terhadap jutaan tenaga kerja yang bergantung pada rantai pasok industri logistik laut.

Disrupsi Tenaga Kerja

Poin yang perlu sangat diperhatikan dalam regulasi kapal otonom ini sendiri adalah pada awak di atas kapal. Semakin tinggi tingkatan otonom kapal, maka akan semakin sedikit tenaga kerja manual di atas kapal. Semakin sedikit tenaga kerja di atas kapal, semakin berkurang lapangan kerja. Pemahaman efek sebab-akibat yang sangat mudah untuk dipahami, tetapi dalam kehidupan sosial dapat menimbulkan efek yang berkepanjangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Gelombang Perubahan:...
Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
Diplomasi Maritim Jadi...
Diplomasi Maritim Jadi Pilar Baru Indonesia di Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo
Kebangkitan Maritim...
Kebangkitan Maritim Indonesia, Pengamat: Laut Kini Jadi Poros Peradaban
Dari Indonesia Maritime...
Dari Indonesia Maritime Week 2025, Captain Hakeng Serukan Sinergi Kebangkitan Maritim Indonesia
Laksda Edwin: Budaya...
Laksda Edwin: Budaya Maritim Perkuat Karakter Bangsa Kelola Potensi Maritim
Hadapi 10 Negara, ITS...
Hadapi 10 Negara, ITS Sabet Grand Champion Kompetisi Kapal Otonom Dunia 2026
Captain Hakeng: Saatnya...
Captain Hakeng: Saatnya Riau Bangkit Jadi Raja Maritim Lagi!
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Konektivitas Andal
Rekomendasi
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved