PERSI Sebut Pasien yang Datang ke RS Dalam Kondisi Perburukan hingga Meninggal

Minggu, 20 Juni 2021 - 17:55 WIB
loading...
PERSI Sebut Pasien yang...
Sekjen PERSI, Lia G Partakusuma mengakui saat ini masih ada pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit (RS) dalam kondisi yang berat hingga meninggal dunia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) , Lia G Partakusuma mengakui saat ini masih ada pasien COVID-19 yang datang ke rumah sakit (RS) dalam kondisi yang berat. Hal ini dilaporkan oleh beberapa provinsi.

“Jadi beberapa provinsi melaporkan, kemarin dari teman-teman Jawa Timur, kemudian nanti ada teman-teman yang bisa menambahkan. Dari Jakarta juga ya menyatakan bahwa mereka datang sudah kondisi perburukan,” ujarnya dalam acara Temu Media PERSI, Minggu (20/6/2021). Baca juga: Bantah Anggapan RS Mengcovidkan Pasien, PERSI: Kalaupun Ada Itu Oknum

Dia mengatakan bahwa pasien saat ini yang datang berbeda dari sebelumnya yang masih ada waktu untuk perawatan. Bahkan Lia menyebut ada pasien datang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Jadi artinya datang tidak seperti lalu-lalu waktu tahun lalu. Mereka bisa ada beberapa waktu untuk diterapi. Ini datang bahkan ada yang sudah sampai meninggal dunia. Nah ini dikhawatirkan adanya perubahan dalam variasi virusnya tersebut,” jelasnya.

Lia meminta agar masyarakat mengikuti apa yang dianjurkan oleh RS. Termasuk jika harus dilakukan perawatan maka jangan ditolak. Baca juga: Kapasitas Nakes Terbatas, PERSI: Banyak RS yang Mencari Relawan Kesehatan

“Jadi kita berharap bahwa kalau kita memang begitu dia positif, begitu kita anjurkan untuk dirawat di rumah sakit jangan ditolak. Bahwa pasien kalau harus RS, tentu RS akan menganjurkan untuk dirawat,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved