Literasi Digital Masih Menantang

Sabtu, 19 Juni 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan, jika kecakapan ini tidak dikuasai secara utuh, maka yang terjadi ruang digital justru akan menjadi bencana, bukan berkah bagi masyarakat. Mengingat praktik-praktik negatif di ruang digital juga akan terus membayangi.

“Ditambah studi global menunjukkan bahwa Indonesia dinilai sebagai masyarakat yang kurang beradab atau santun se-Asia Tenggara di ruang digital,” kata saat di menjadi pembicara di Webinar Literasi Digital Nasional 2021, Jumat (18/6)

Dia menambahkan, literasi digital penting bagi warganet Indonesia agar jauh dari budaya-budaya baru akibat kontaminasi media sosial. Devie menjelaskan, di masyarakat muncul budaya kepalsuan yang dilandasi oleh semangat tidak mau ketinggalan. Tren ini akhirnya memunculkan budaya kepalsuan yang ujungnya membuat merasa menjadi miskin.

“Demi memenuhi gambaran hidup yang hebat, keren, menantang. Kita rela menghadapi apapun termasuk menghabiskan uang kita bukan untuk gaya hidup tapi hidup yang gaya," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) Santi indra Astuti mengatakan, warganet Indonesia diharapkan mennadi warga digital yang Pancasilais dengan selalu berpikir kritis sehingga tidak mudah percaya dengan informasi yang ada.

“Jangan mudah baper atau bawa perasaan sehingga selalu memblokir, menghapus pertemanan di media sosial," tambahnya.

Menurut dia, ada empat kompetensi literasi digital yang menjadi fokus dalam gerakan literasi digital nasional ini. Pertama cakap digital yakni kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. Kedua, budaya digital yakni kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai pancasila dan bhineka tunggal ika dalam kehidupan sehari hari.

Ketiga, etika digital yakni dengan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan tata kelola etika di dunia digital. Keempat, keamanan digital mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalis dan meningkatkan kesadaran, keamanan digital

"Ruang digital bukan dunia alternatif namun menjadi dunia yang sama seperti yang kita tinggal yang juga diisi dengan manusia bukan robot. Sehingga bermedia digital perlu memiliki etika seperti di kehidupan nyata. Etika yang dulu diajarkan orangtua kepada kita sejak kecil," ucap dosen ilmu komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) ini.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Rekomendasi
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
Tak Oper ke Haaland...
Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas, Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah
Desak Made dan Veddriq...
Desak Made dan Veddriq Leonardo Kawinkan Emas Indonesia di World Climbing Chamonix 2026
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved