Satu Tahun Jadi Jubir Covid-19, Reisa Broto Asmoro: Ini Bukan Tentang Angka

loading...
Satu Tahun Jadi Jubir Covid-19, Reisa Broto Asmoro: Ini Bukan Tentang Angka
Satu tahun bertugas sebagai jubir Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengungkap kisah inspiratif di balik pandemi yang bukan hanya tentang angka.
JAKARTA - Sosok dr Reisa Broto Asmoro memang tak asing lagi di mata publik. Terlebih, semenjak dirinya ditunjuk menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.

Kini, sudah menginjak satu tahun sejak dirinya ditugaskan kala itu. Reisa mengaku banyak belajar dari beragam kisah yang dialami masyarakat terkait Covid-19 ini.

"Satu tahun berlalu. Dua belas bulan, 366 hari sudah saya bertugas sebagai juru bicara Covid-19. Saya belajar bahwa setiap orang punya cerita yang berbeda dalam bersinggungan dengan Covid-19," ujarnya dalam keterangan tertulis KPCPEN, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, ada banyak masa berduka, bahkan banyak orang memiliki kisah lebih sedih dari yang dirinya alami. Meski sekilas tampak tidak ada yang baik tentang pandemi ini, Reisa mengaku tetap bersyukur kepada Tuhan karena telah mampu melewati satu tahun yang menurutnya, tidaklah mudah.



"Tetapi jujur saja, jika waktu boleh diulang, saya lebih suka menghindari pandemi. Saya lebih memilih mencari cara mencegahnya terjadi," katanya.

Pandemi ini, lanjut Reisa, telah masuk ke semua sendi kehidupan masyarakat secara dramatis. Mengubah hidup secara drastis, memberikan tantangan baru yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan.

Namun, masyarakat dan pemerintah tetap harus bersama-sama mencari jawabannya. Wabah ini telah merenggut para dokter, perawat, dan puluhan tenaga kesehatan terbaik kita yang berjuang tanpa lelah di garis depan untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Ratusan dari tenaga kesehatan telah gugur. Bahkan, sebagian adalah kolega dan guru Reisa sesama dokter. Dia mengaku, merasakan kehilangan yang luar biasa yang sampai saat ini masih dirasakannya.

Gugurnya para pejuang ini, menurut Reisa adalah kerugian negara. Sebab dalam rangka menjadi dokter, di Indonesia, seseorang harus menghabiskan setidaknya enam tahun belajar.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top