Memanfaatkan Tren Pembayaran Digital

Senin, 14 Juni 2021 - 05:46 WIB
loading...
Memanfaatkan Tren Pembayaran...
Tren pembayaran digital semakin memudahkan transaksi sehari-hari. FOTO/WAWAN BASTIAN
A A A
Tren transaksi keuangan melalui platform digital di Tanah Air kini semakin marak. Perbankan maupun lembaga keuangan non bank kini ramai-ramai mengeluarkan aplikasi sistem pembayaran dengan menawarkan segala kemudahannya.

Tak hanya untuk layanan transaksi belanja sehari-hari, model pembayaran digital pun kini meluas untuk kebutuhan lain seperti investasi atau yang lainnya.

Kondisi ini rupanya cukup ampuh dalam mendorong percepatan inklusi keuangan di masyarakat. Perubahan perilaku transaksi menjadi serba online pun kian cepat tatkala pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya pembatasan aktivitas fisik.

Keberadaan teknologi digital relatif dapat diterima oleh masyarakat karena memang memudahkan. Hanya saja, tren tersebut juga ternyata diikuti munculnya tindak kejahatan siber yang menyasar masyarakat.

Baca juga: Investasi Kian Mudah di Platform Digital

Untuk itu perlu edukasi yang baik agar munculnya ekosistem transaksi digital dapat memberikan manfaat kepada khalayak. Di sisi lain, para penyedia jasa pembayaran diharapkan terus menigkatkan sistem keamanannya untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Kemunculan berbagai layanan untuk transaksi keuangan dengan platform digital dari sejumlah pelaku usaha itu kian menambah ekosistem digital. Ini sangat baik karena dengan semakin berkembangnya ekosistem digital baik untuk layanan jasa maupun keuangan, akan semakin mempermudah penetrasi layanan tersebut ke masyarakat.

Deputi Direktur Program Management Office BSPI 2025 Bank Indonesia (BI) Agung Bayu Purwoko mengakui, ekosisitem digital di Indonesia cukup maju dalam beberapa tahun berlakangan ini. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan masyarakat cukup tinggi terharap tren penggunaan teknologi termasuk untuk sistem pembayaran.

Pada sebuah acara diskusi pekan lalu, Agung mengatakan saat ini mudah sekali masyarakat diminta membayar sesuatu menggunakan model digital. Memang, kata dia, masih ada kendala di beberapa wilayah karena keterbatasan infrastruktur, tetapi umumnya pembayaran digital ini bisa diterima dengan baik.

Beberapa metode yang digunakan dalam bertransaksi digital ini antara lain bisa dengan mobile banking, sms banking, internet banking, QRIS, virtual account, uang elektronik atau aplikasi pembayaran yang dikeluarkan oleh perusahaan non bank.

Kerberadaan sejumlah kanal pembayaran ini pun turut mendorong penetrasi penggunaan teknologi digital karena di bagian end user sudah tersedia yakni mulai dari e-commerce, food, atau layanan lainnya.

Demikian pula di sisi hilir yakni penyedia layanan dalam hal ini perbankan dan perusahaan-perusahaan financial technology (fintech). Kedua pemain di industri pembayaran tersebut baik yang berstatus pemain lama seperti bank maupun fintech terus melakukan kolaborasi di tengah kompetisi yang kian sengit, sehingga mendorong munculnya ekosistem yang saling terkait.

Meski demikian, yang tidak boleh dilupakan adalah terkait keamanan data dan edukasi dalam ekosistem pembayaran digital. Kenapa? Karena kita kerap mendengar masih ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan karena mereka diduga mendapatkan data konsumen dari pihak-pihak tertentu yang sengaja menjual data kita. Untuk itu, sistem keamanan dan edukasi sangat penting untuk menjadi perhatian semua pihak.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati mengatakan bahwa, teknologi telah membantu masyarakat bertahan di masa pandemi. Teknologi yang dimaksud termasuk sistem pembayaran digital yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Fitria mencotohkan, pengeluaran personal mengalami pertumbuhan dengan 64,5 juta transaksi kartu debit senilai Rp29 triliun pada bulan April 2021. Angka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan April 2020.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan minat belanja rumah tangga yang kembali meningkat dan optimisme terhadap perekonomian Indonesia yang beranjak pulih secara bertahap di tengah pandemi Covid-19.

Pembayaran secara online ini merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dicanangkan pemerintah. Model ini kemungkinan akan terus mengalami perkembangan dan diimplementasikan di banyak sektor mengingat potensinya yang luar biasa besar. Kemendag memperkirakan, nilai ekonomi digital di Tanah Air akan mencapai Rp4.531 triliun pada 2030.

Berdasarkan data BI, kebijakan GPN dan kewajiban standar nasional teknologi chip (SNTC) bahkan telah membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta usaha kecil dan menengah (UMKM) ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Hari Buruh, Nurul Arifin...
Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Rekomendasi
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Berita Terkini
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved