KLHK Lakukan Rekayasa Hujan Basahi Gambut Riau
Senin, 25 Mei 2020 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan prediksi BMKG, musim panas diprediksi mencapai puncaknya pada periode Juni hingga Agustus. Rekayasa hujan melalui TMC dilakukan KLHK karena melihat mayoritas Titik Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TP-TMAT) lahan gambut di Provinsi Riau, telah menunjukkan pada level waspada.
"Kita syukuri rekayasa hujan beberapa hari ini telah menambah tinggi muka air tanah gambut di Riau untuk mencegah terjadinya karhutla. Kalaupun masih terjadi, mudah-mudahan pasokan air ini cukup untuk mengisi embung dan kanal guna membantu tim darat melakukan pemadaman,” imbuh dia.
Basar memaparkan, KLHK memprioritaskan rekayasa hujan pada berbagai lokasi di provinsi yang sangat rawan karhutla seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Rekayasa hujan dilakukan dengan pesawat Casa A-2107 milik TNI AU yang membawa garam dan menyemainya di sekitar awan hujan dengan ketinggian sekitar 10.000-12.000 feet.
Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengapresiasi seluruh tim yang masih tetap bekerja di saat Lebaran. Ia berharap upaya itu mampu mencegah kebakaran lahan di musim kemarau nanti.
"Terima kasih pada dedikasi tim yang luar biasa. Tetap jaga keselamatan. Saya mendoakan semoga kerja terbaik bagi bangsa ini membawa manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah rawan karhutla," kata Siti.
Dalam waktu dekat, Siti akan meminta kalangan dunia usaha melakukan transfer teknologi pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut pada kelompok masyarakat. Sebab, banyak lahan HTI, HGU, bahkan lahan masyarakat berada di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang harus dijaga.
"Kita syukuri rekayasa hujan beberapa hari ini telah menambah tinggi muka air tanah gambut di Riau untuk mencegah terjadinya karhutla. Kalaupun masih terjadi, mudah-mudahan pasokan air ini cukup untuk mengisi embung dan kanal guna membantu tim darat melakukan pemadaman,” imbuh dia.
Basar memaparkan, KLHK memprioritaskan rekayasa hujan pada berbagai lokasi di provinsi yang sangat rawan karhutla seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Rekayasa hujan dilakukan dengan pesawat Casa A-2107 milik TNI AU yang membawa garam dan menyemainya di sekitar awan hujan dengan ketinggian sekitar 10.000-12.000 feet.
Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengapresiasi seluruh tim yang masih tetap bekerja di saat Lebaran. Ia berharap upaya itu mampu mencegah kebakaran lahan di musim kemarau nanti.
"Terima kasih pada dedikasi tim yang luar biasa. Tetap jaga keselamatan. Saya mendoakan semoga kerja terbaik bagi bangsa ini membawa manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah rawan karhutla," kata Siti.
Dalam waktu dekat, Siti akan meminta kalangan dunia usaha melakukan transfer teknologi pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut pada kelompok masyarakat. Sebab, banyak lahan HTI, HGU, bahkan lahan masyarakat berada di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang harus dijaga.
Lihat Juga :