Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Kamis, 02 Juli 2026 - 13:04 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi gambut tropis melalui pengembangan ITPC serta berbagi praktik terbaik tata kelola gambut di Lima, Peru, Rabu (1/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
LIMA - Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi gambut tropis melalui pengembangan International Tropical Peatlands Center (ITPC) serta berbagi praktik terbaik tata kelola gambut pada hari kedua Technical Level 4th Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI) di Lima, Peru, Rabu (1/7/2026). ITPC memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan, riset, dan kolaborasi internasional dalam mendukung konservasi serta pengelolaan hutan gambut tropis secara berkelanjutan.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara pemilik gambut tropis, terutama dalam memperkuat basis pengetahuan, pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, serta penerapan kebijakan pengelolaan gambut yang berkelanjutan. “ITPC perlu menjadi ruang bersama bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, dan masyarakat untuk mengakses informasi yang kredibel, sahih, dan dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan,” kata Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenhut Agus Justianto dalam paparannya bertajuk Transforming Perceptions: The Role of ITPC in Sustainable Tropical Peatland Forest. Baca juga: Pengelolaan Lahan Gambut, Demi Kedaulatan Petani Kecil dan Ketahanan Pangan di Masa Depan
Ia menjelaskan ITPC tidak hanya berfungsi sebagai pusat riset gambut tropis. Tetapi juga sebagai platform untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah, pengalaman lapangan, praktik terbaik, serta kebutuhan kebijakan di negara-negara pemilik ekosistem gambut tropis.
Menurut Agus, pengelolaan gambut tropis membutuhkan kerja sama yang kuat karena tantangan yang dihadapi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Melalui ITPC, negara-negara pemilik gambut tropis dapat memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, membangun jejaring pakar, memperluas pertukaran data, serta meningkatkan kapasitas teknis dalam pengelolaan gambut.
“Kerja sama antarnegara menjadi kunci. Melalui ITPC, pengalaman Indonesia dan negara-negara gambut tropis lainnya dapat menjadi pembelajaran bersama untuk mempercepat konservasi dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan,” ujarnya.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara pemilik gambut tropis, terutama dalam memperkuat basis pengetahuan, pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, serta penerapan kebijakan pengelolaan gambut yang berkelanjutan. “ITPC perlu menjadi ruang bersama bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, dan masyarakat untuk mengakses informasi yang kredibel, sahih, dan dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan,” kata Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenhut Agus Justianto dalam paparannya bertajuk Transforming Perceptions: The Role of ITPC in Sustainable Tropical Peatland Forest. Baca juga: Pengelolaan Lahan Gambut, Demi Kedaulatan Petani Kecil dan Ketahanan Pangan di Masa Depan
Ia menjelaskan ITPC tidak hanya berfungsi sebagai pusat riset gambut tropis. Tetapi juga sebagai platform untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah, pengalaman lapangan, praktik terbaik, serta kebutuhan kebijakan di negara-negara pemilik ekosistem gambut tropis.
Menurut Agus, pengelolaan gambut tropis membutuhkan kerja sama yang kuat karena tantangan yang dihadapi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Melalui ITPC, negara-negara pemilik gambut tropis dapat memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, membangun jejaring pakar, memperluas pertukaran data, serta meningkatkan kapasitas teknis dalam pengelolaan gambut.
“Kerja sama antarnegara menjadi kunci. Melalui ITPC, pengalaman Indonesia dan negara-negara gambut tropis lainnya dapat menjadi pembelajaran bersama untuk mempercepat konservasi dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lihat Juga :