Melawan dengan Rebahan

Jum'at, 11 Juni 2021 - 05:50 WIB
loading...
A A A
Bagi Arief, kerja cerdas memiliki output produktivitas. Kemajuan teknologi dan situasi pandemi hari ini, kata dia, semua mesti berpikir ulang dalam mengerjakan segala sesuatu. Anak-anak muda benar-benar melihat ini sebagai kesempatan untuk mengejar ketertinggalan mereka dari segi pengalaman dan lain-lain dari seniornya.

"Mereka bisa melakukan banyak hal dalam satu kesempatan waktu atau multitasking, berbeda dengan cara kerja lama yang satu kerjaan satu waktu," imbuhnya.

Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini membeberkan, ada dua hal yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi kerja keras pada anak muda, yakni kepercayaan dan bimbingan generasi sebelumnya. Kedua hal ini menurut Arief, menjadi hal yang fundamental.

Musababnya, tanpa kepercayaan dari generasi sebelumnya tentu akan mustahil anak muda memperoleh kesempatan untuk berkarya dan mengambil berbagai peluang di depan mereka.Berikutnya juga tanpa bimbingan dari generasi sebelumnya, anak muda akan bisa tercerabut dari akar budaya yang dimiliki oleh bangsa kita sebagai bangsa besar yang kaya budaya dan sejarah.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kerja keras hari ini harus dimaknai dengan kerja cerdas. Dan budaya ini sudah nampak dari banyak negara maju, digerakkan oleh anak mudanya. Indonesia mustahil akan menjadi negara maju tanpa orkestrasi kerja cerdas dari anak mudanya, di situlah peran para stakeholder khususnya pemerintah," tegasnya.

Dia lantas menuturkan, masalah besar yang dihadapi bangsa ini adalah adalah kesenjangan antar anak muda. Arief menyaksikan langsung ketika berkesempatan keliling ke 300-an lebih kabupaten/kota dan berkolaborasi dengan ratusan komunitas dan jutaan anak muda dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia hingga teman-teman anak muda diaspora di seluruh dunia.

Presiden Joko Widodo, lanjut dia, sebenarnya sudah melihat masalah ini makanya dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Sayangnya, Perpres itu belum terimplementasi dengan baik.

"Kesadaran berbagai stakeholder yang belum melihat bahwa pemuda adalah bahan bakar utama untuk mengungkit negara kita menjadi Indonesia Maju. Visi Indonesia Maju inilah yang harus terus dikumandangkan dan tak bosan disampaikan hingga diimplementasikan oleh semua stakeholder dari pusat hingga keseluruh Indonesia," ucap Arief.

Adapun Psikolog Universitas Pancasila (UP) Putri Langka melihat generasi mencoba mempelajari dan memahami generasi sebelumnya atau generasi orang tua mereka. Penghayatan atas perlakuan yang didapatkan dari generasi sebelumnya mendorong mereka mengevaluasi kembali apa yang dianggap penting dalam hidup. Itulah sebabnya setiap generasi bisa memiliki prioritas yang berbeda dan bisa jadi bertolak belakang dengan generasi sebelumnya. “Nilai dan sikap yang bertolak belakang ini seakan menjadi sebuah pernyataan atau simbol ketidaksetujuan tentang apa yang sebelumnya dianggap baik,” katanya.

Dia mencontohkan, pada masa generasi X, loyalitas adalah hal utama dalam bekerja. Para generasi X bekerja dalam waktu yang cukup lama dan bahkan hampir seluruh usia kerja dihabiskan di satu tempat. Sedangkan untuk generasi Y atau milenial, bukan loyalitas yang paling penting namun kesempatan mendapatkan karir yang lebih tinggi dan kesempatan mengaktualisasikan diri, itulah kenapa berpindah kerja adalah hal yang lumrah terjadi pada generasi milenial.

Sedangkan pada generasi Z yang saat ini juga sudah memasuki dunia kerja, buat mereka yang menjadi prioritas adalah apakah perusahaan menawarkan lingkungan kerja yang mendukung keseimbanganwork life dan apakah nilai-nilai perusahaan selaras dengan nilai-nilai pribadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Program Titian Psikolog...
Program Titian Psikolog Klinis: Upaya Menjembatani Kebutuhan Tenaga Kesehatan Jiwa Indonesia
Broken Strings: Ketika...
Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan
Kolonel Kes Theresia...
Kolonel Kes Theresia Soepi Resmi Jabat Kepala Dinas Psikologi TNI AU, Ini Profilnya
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Berita Terkini
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved