Pengamat Nilai Duet Ganjar-Sandiaga Lebih Berpeluang di Pilpres 2024
Selasa, 08 Juni 2021 - 17:06 WIB
loading...
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga menilai, peluang PDIP-Gerindra berkoalisi di Pilpres 2024 sangat terbuka. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga menilai, peluang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)-Partai Gerindra berkoalisi di Pilpres 2024 masih sangat terbuka. Tercermin pada kedekatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Baca juga: Ganjar-Anies-Ridwan Kamil Kuasai 3 Besar Capres 2024
Jamiluddin mengatakan, peluang memasangkan Prabowo-Puan Maharani atau kader lain dari dua partai tersebut masih terbuka. Masalahnya tinggal siapa yang akan jadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Baca juga: Soal Capres Mega-Prabowo di Pilpres 2024, Tjahjo: Tunggu Tanggal Mainnya
"Kalau dilihat dari logika politik, seharusnya capresnya PDIP dan cawapresnya dari Gerindra. Logika itu didasari dari perolehan suara pada pileg 2019, PDIP memperoleh suara paling banyak," kata Jamiluddin, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Hasil Survei, Ustaz Abdul Somad Masuk Bursa Capres 2024
Jamiluddin menjelaskan, Megawati tampaknya berkeinginan agar trah Soekarno mengisi posisi kepemimpinan nasional pada 2024. Sebab, kalau pada 2024 tidak menjadi presiden atau wakil presiden, maka trah Soekarno akan kehilangan momentum.
Baca juga: Ganjar-Anies-Ridwan Kamil Kuasai 3 Besar Capres 2024
Jamiluddin mengatakan, peluang memasangkan Prabowo-Puan Maharani atau kader lain dari dua partai tersebut masih terbuka. Masalahnya tinggal siapa yang akan jadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Baca juga: Soal Capres Mega-Prabowo di Pilpres 2024, Tjahjo: Tunggu Tanggal Mainnya
"Kalau dilihat dari logika politik, seharusnya capresnya PDIP dan cawapresnya dari Gerindra. Logika itu didasari dari perolehan suara pada pileg 2019, PDIP memperoleh suara paling banyak," kata Jamiluddin, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Hasil Survei, Ustaz Abdul Somad Masuk Bursa Capres 2024
Jamiluddin menjelaskan, Megawati tampaknya berkeinginan agar trah Soekarno mengisi posisi kepemimpinan nasional pada 2024. Sebab, kalau pada 2024 tidak menjadi presiden atau wakil presiden, maka trah Soekarno akan kehilangan momentum.
Lihat Juga :