Gelar Webinar, Trah HB II Akan Ungkap Rahasia Peristiwa Geger Sepehi
Senin, 07 Juni 2021 - 14:46 WIB
loading...
Wisatawan mengunjungi kompleks Keraton Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun 2020 lalu. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
A
A
A
JAKARTA - Trah Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) ke-II akan menggelar rangkaian webinar dalam rangka memperingati peristiwa Geger Sepehi ke-209 tahun.
Rangkaian webinar ini digelar untuk mengingatkan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan pasukan Inggris pada 19-20 Juni 1812.
Dalam peristiwa tersebut, Inggris juga merampas harta benda dan aset milik keraton Yogyakarta, berupa perhiasan, manuskrip, karya intelektual dan karya sastra.
"Webinar ini akan mengulas secara lengkap dan gamblang tentang apa saja yang melatasbelakangi peristiwa Geger Sepehi sesuai dengan yang tertulis di serat Babad Sepehi. Karena, narasi sejarah yang selama ini beredar ada yang tidak sesuai dan belum terungkap," tutur Sekretaris Trah Sri Sultan Hamengkubuwono ke II, Fajar Bagoes Poetranto dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Senin (7/6/2021)
Bagoes Poetranto juga meminta pihak Keraton Yogyakarta dan Pemerintah dapat pro aktif untuk meminta kembali aset-aset dan manuskrip-manuskrip asli yang dirampas Inggris saat peristiwa geger sepehi terutama Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwono (HB) I hingga HB III dan Babad Bronjo
"Karena sebagian besar manuskrip yang dirampas adalah milik keraton Yogyakarta di masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II ” ujar Bagoes.Baca juga: Keturunan HB II Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi
Dia menghargai usaha dari sejumlah pihak, termasuk Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri yang telah ikut berupaya agar seluruh aset yang dirampas Inggris dapat dikembalikan ke keraton Yogyakarta .
Rangkaian webinar ini digelar untuk mengingatkan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan pasukan Inggris pada 19-20 Juni 1812.
Dalam peristiwa tersebut, Inggris juga merampas harta benda dan aset milik keraton Yogyakarta, berupa perhiasan, manuskrip, karya intelektual dan karya sastra.
"Webinar ini akan mengulas secara lengkap dan gamblang tentang apa saja yang melatasbelakangi peristiwa Geger Sepehi sesuai dengan yang tertulis di serat Babad Sepehi. Karena, narasi sejarah yang selama ini beredar ada yang tidak sesuai dan belum terungkap," tutur Sekretaris Trah Sri Sultan Hamengkubuwono ke II, Fajar Bagoes Poetranto dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Senin (7/6/2021)
Bagoes Poetranto juga meminta pihak Keraton Yogyakarta dan Pemerintah dapat pro aktif untuk meminta kembali aset-aset dan manuskrip-manuskrip asli yang dirampas Inggris saat peristiwa geger sepehi terutama Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwono (HB) I hingga HB III dan Babad Bronjo
"Karena sebagian besar manuskrip yang dirampas adalah milik keraton Yogyakarta di masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II ” ujar Bagoes.Baca juga: Keturunan HB II Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi
Dia menghargai usaha dari sejumlah pihak, termasuk Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri yang telah ikut berupaya agar seluruh aset yang dirampas Inggris dapat dikembalikan ke keraton Yogyakarta .
Lihat Juga :