Presiden PKS Kritik Para Buzzer yang Usung Narasi Perpecahan
Senin, 31 Mei 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
"Bukankah para pendiri Bangsa, Soekarno-Hatta, telah meletakkan dasar-dasar konsensus bernegara, sebagai alat untuk mempersatukan bangsa? Pancasila lahir sebagai common platform, kalimatun sawa, seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Rote,” tegasnya.
Hari-hari ini, lanjut Syaikhu, dia menyaksikan Pancasila tidak lagi menjadi konsensus pemersatu bangsa sebagaimana dicontohkan para pendiri bangsa. Pancasila telah disalahgunakan sebagai instrumen kekuasaan untuk memecah belah persatuan bangsa.
“Atas nama Pancasila, hegemoni kekuasaan merusak kehangatan percakapan warga negara, mengadu domba sehingga terjadi keterbelahan yang semakin menganga," pungkasnya. (Baca juga; PDIP Ogah Koalisi dengan PKS, Ahmad Syaikhu Ajak Kader Semangat Raih Kemenangan 2024 )
Hari-hari ini, lanjut Syaikhu, dia menyaksikan Pancasila tidak lagi menjadi konsensus pemersatu bangsa sebagaimana dicontohkan para pendiri bangsa. Pancasila telah disalahgunakan sebagai instrumen kekuasaan untuk memecah belah persatuan bangsa.
“Atas nama Pancasila, hegemoni kekuasaan merusak kehangatan percakapan warga negara, mengadu domba sehingga terjadi keterbelahan yang semakin menganga," pungkasnya. (Baca juga; PDIP Ogah Koalisi dengan PKS, Ahmad Syaikhu Ajak Kader Semangat Raih Kemenangan 2024 )
(wib)
Lihat Juga :