279 Data Penduduk Diduga Bocor, Anwar Hafid: Negara Wajib Jaga Keamanan Data Pribadi Warga

Sabtu, 22 Mei 2021 - 14:08 WIB
loading...
279 Data Penduduk Diduga...
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan diperjualbelikan di internet di situs Raid Forums. Data tersebut diduga milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPR Anwar Hafid mengatakan, tantangan terbuka dari kemajuan teknologi informasi adalah keamanan data pribadi. ”Karena itu menyangkut hak privatsetiap orang dan warga negara,” ujar Anwar Hafid, Sabtu (22/5/2021).Baca juga: Cuitan Soal Perlindungan Data Pribadi Jadi Perbincangan Warganet

Karena itu, kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini, jaminan regulasi dan penegakan hukum atas keamanan data pribadi setiap warga negara mesti dijaga dari eksploitasi dan kejahatan siber.

Dia mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menyelidiki dan mengonfirmasi kebenaran informasi dugaan kebocoran data tersebut, mengingat data pribadi adalah identitas diri yang keberadaannya merupakan hak konstitusional warga negara yang perlu mendapatkan jaminan keamanan dari negara.Baca juga: Iran Luncurkan Drone serta Radar Baru, Dinamai Gaza dan Quds

Di sisi lain, kata Anwar Hafid, BPJS Kesehatan harus bisa memastikan apakah data-data yang beredar di internet merupakan data miliknya. Jika benar, BPJS Kesehatan harus melakukan upaya untuk memperkuat sistem keamanan data dan menyelidiki apakah ada human error atau terdapat oknum yang sengaja memperjualbelikan data penduduk RI di internet.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Geopolitik Memanas,...
Geopolitik Memanas, Pemerintah Diminta Evaluasi Penempatan Pusat Data di Luar Negeri
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Rekomendasi
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
Berita Terkini
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved