Macet di Sejumlah Daerah, DPR: Penyekatan Jalur Mudik Perlu Dievaluasi

loading...
Macet di Sejumlah Daerah, DPR: Penyekatan Jalur Mudik Perlu Dievaluasi
Anggota Komisi III DPR, Obon Tabroni mengatakan, dengan adanya peristiwa kemacetan panjang tersebut Polisi perlu mengevaluasi kebijakan atau sistem penyekatan. Foto/Ilustrasi/MPI
JAKARTA - Penyekatan pelarangan mudik Lebaran 2021, berdampak pada munculnya kemacetan panjang di daerah Perbatasan Bekasi-Karawang. Akibatnya para buruh pabrik yang bekerja di sepanjang jalan tersebut, terpaksa jalan kaki untuk pulang.

Baca juga: Ribuan Pemotor Nekat Mudik Tertahan Penyekatan Petugas, Jalur Pantura Macet 5 Km

Anggota Komisi III DPR RI, Obon Tabroni mengatakan, dengan adanya peristiwa kemacetan panjang tersebut Polisi perlu mengevaluasi kebijakan atau sistem penyekatan.

Baca juga: Truk Tronton Tabrak Separator Transjakarta di Slipi, Arus Lalin Macet



"Memang (kemacetan panjang) ini sangat berdampak bagi pekerja di sekitar, sudah banyak masuk aduan mengenai itu," kata Obon saat dikonfirmasi, Rabu (12/5/2021).

Dikatakan Obon, wilayah Bekasi Karawang merupakan kawasan industri dengan jalur pantura. Hal ini menjadi salah satu akses untuk mobilisasi pekerja yang pulang dan berangkat kerja.

Baca juga: Polisi Bebaskan Pemudik Lewat di GT Cikarang Barat-GT Cikupa, Alasannya Bikin Macet Parah

"Maka itu harus diperhatikan, karena yang melintas bukan pemudik, tapi ada di antara mereka pulang atau berangkat kerja. Keterlambatan bagi mereka, tentunya sangat berdampak pada operasional perusahaan kaitan dengan produktifitas," terangnya.

Obon berharap, aparat Kepolisian harus menambahkan lebih banyak pos penyekatan agar proses pemeriksaan terindikasi mudik lebih cepat agar tidak menumpuk pada satu titik yang berakibat terjadinya kemacetan parah dan menimbulkan kluster baru virus Corona (Covid-19).

"Pemerintah juga harusnya melakukan sosialisasi lebih awal dan masif agar orang paham kenapa ada pelarangan mudik. Terakhir, peraturan yang dibuat harus adil dan tidak berubah ubah, sehingga tidak membingungkan masyarakat," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top