HUT ke-54, IGI Ingatkan untuk Bertanggung Jawab Melestarikan Bumi
Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:26 WIB
loading...
Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI) Muhammad Dimyati. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI) Muhammad Dimyati memulai kata sambutan dengan membacakan dua bait pantun berkaitan dengan peran para geograf dalam Peringatan Hari Bumi sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) IGI ke-54 secara virtual, Sabtu (8/5/2021).
Dimyati mengaku dua pantun yang dibacakan dirinya untuk menggugah semangat para komunitas geografer sekaligus mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari komunitas global yang ikut bertanggung jawab untuk melestarikan bumi ini untuk masa depan generasi yang akan datang.
![HUT ke-54, IGI Ingatkan untuk Bertanggung Jawab Melestarikan Bumi]()
"Karena kita tahu bahwa kita sebagai geograf yang punya banyak keterampilan dan keahlian khususnya dalam aspek keruangan sering merasa bisa macem-macem, merasa tau macem-macem baik dalam mengelola sumber daya alam maupum sumber daya yang lain," ujarnya.
Tetapi faktanya, kata Dimyati, IGI masih banyak belum dikenal oleh mitra. Sehingga organisasi ini sering merasa bahwa keahlian tertinggal jauh mulai dari bersama-sama membuat aplikasi menganeksasi data satelitnya sampe mengimplementasikannya. Menurut dia, orang tahu itu miliknya orang yang memiliki geografi. Termasuk penggunaan sistem geografis sehari-hari dianggap sebagai perlengkapan baju sehari-hari.
Berbagai hal yang lain, lanjutnya, misalnya pengusaan modelin penguasaan ruang, pengusaan pemetaan mulai dari mulai mengukur sampai menyajikan berbagai bentuk dan berbagi aspek yang berkaitan dengan pengembangan wilayah dan juga kegiatan-kegiatan kependudukan, sosial dan aspek-aspek lain yang menurutnya seolah-olah itu hanya kemampuan komunitas geograf.
Dan memang itu adalah sebgian besar kebisaan geograf. Tetapi ada hal yang membuat hati saya cukup tersentuh pada saat saya berkunjung ke satu teman, seorang eselon satu dan juga berkunjung ke beberapa tempat pejabat tinggi BUMN yang ternyata mereka di dalam ceritanya menanyakan satu pertanyaan yang membuat saya betul-betul sedih sebagai seorang geograf," ungkapnya.
Dimyati mengaku dua pantun yang dibacakan dirinya untuk menggugah semangat para komunitas geografer sekaligus mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari komunitas global yang ikut bertanggung jawab untuk melestarikan bumi ini untuk masa depan generasi yang akan datang.

"Karena kita tahu bahwa kita sebagai geograf yang punya banyak keterampilan dan keahlian khususnya dalam aspek keruangan sering merasa bisa macem-macem, merasa tau macem-macem baik dalam mengelola sumber daya alam maupum sumber daya yang lain," ujarnya.
Tetapi faktanya, kata Dimyati, IGI masih banyak belum dikenal oleh mitra. Sehingga organisasi ini sering merasa bahwa keahlian tertinggal jauh mulai dari bersama-sama membuat aplikasi menganeksasi data satelitnya sampe mengimplementasikannya. Menurut dia, orang tahu itu miliknya orang yang memiliki geografi. Termasuk penggunaan sistem geografis sehari-hari dianggap sebagai perlengkapan baju sehari-hari.
Berbagai hal yang lain, lanjutnya, misalnya pengusaan modelin penguasaan ruang, pengusaan pemetaan mulai dari mulai mengukur sampai menyajikan berbagai bentuk dan berbagi aspek yang berkaitan dengan pengembangan wilayah dan juga kegiatan-kegiatan kependudukan, sosial dan aspek-aspek lain yang menurutnya seolah-olah itu hanya kemampuan komunitas geograf.
Dan memang itu adalah sebgian besar kebisaan geograf. Tetapi ada hal yang membuat hati saya cukup tersentuh pada saat saya berkunjung ke satu teman, seorang eselon satu dan juga berkunjung ke beberapa tempat pejabat tinggi BUMN yang ternyata mereka di dalam ceritanya menanyakan satu pertanyaan yang membuat saya betul-betul sedih sebagai seorang geograf," ungkapnya.
Lihat Juga :