Perjuangkan Nasib Guru Honorer, DPD Resmi Bentuk Pansus
Jum'at, 07 Mei 2021 - 14:52 WIB
loading...
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Matalitti saat memimpin Rapat Paripurna membahas tentang pembentukan Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani berbagai persoalan tentang guru dan tenaga kependidikan honorer .
Pendirian Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer merupakan inisiatif dari Komite III dan Komite I DPD.
Setelah melalui pembahasan dalam rapat panitia musyawarah, usul tersebut dibawa ke sidang paripurna ke-11 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Pembentukan Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer akhirnya disetujui dan disahkan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti, didampingi Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan B Najamudin.
“DPD RI berkomitmen untuk memperjuangkan nasib para guru dan tenaga pendidik honorer di seluruh Indonesia. Kita ketahui, kesejahteraan guru honorer masih sangat rendah sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur La Nyalla, Jumat (7/5/2021).Baca juga: 16 Tahun Mengabdi Bergaji Rp200 Ribu, Guru Honorer Ini Sambil Jualan Es Keliling
Pendirian Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer merupakan inisiatif dari Komite III dan Komite I DPD.
Setelah melalui pembahasan dalam rapat panitia musyawarah, usul tersebut dibawa ke sidang paripurna ke-11 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Pembentukan Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer akhirnya disetujui dan disahkan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti, didampingi Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan B Najamudin.
“DPD RI berkomitmen untuk memperjuangkan nasib para guru dan tenaga pendidik honorer di seluruh Indonesia. Kita ketahui, kesejahteraan guru honorer masih sangat rendah sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur La Nyalla, Jumat (7/5/2021).Baca juga: 16 Tahun Mengabdi Bergaji Rp200 Ribu, Guru Honorer Ini Sambil Jualan Es Keliling
Lihat Juga :