Berorientasi Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat, Partai Emas Diapresiasi

loading...
Berorientasi Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat, Partai Emas Diapresiasi
Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kehadiran Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) yang masih dalam proses pendaftaran di Kementerian Hukum dan HAM diapresiasi.

Bahkan jika dikemas dengan cerdas, parpol baru pimpinan Hasnaeni ini juga potensial memiliki magnet elektoral yang kuat pada Pemilu 2024 mendatang.

“Jika digarap serius dengan kemasan yang cerdas, Partai Emas ini sangat mungkin menjadi kiblat baru sejumlah parpol, khususnya parpol baru dalam meraih dukungan pemilih yang besar,” kata peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Toto Izul FatahToto, Kamis (6/5/2021).

Direktur Eksekutif PT Citra Komunikasi LSI Denny JA ini menuturkan analisanya bukan tanpa alasan. Salah satunya, karena Partai Emas ini mendesain dirinya sebagai partai yang berorientasi kebutuhan pasar dengan aneka produk yang ditawarkannya.



Toto menyebut contoh salah satu produk yang ditawarkan adalah aneka layanan yang berbasis aplikasi seperti Emas Jek, Emas Car, Emas Food, Emas Cargo, Emas Send, Emas Trip dan Pick Up Now. Bahkan, kabarnya, partai ini juga sedang merancang program Koperasi, BPR dan bahkan Perumahan Rakyat.

"Meskipun, ‘PR’ berikutnya, bagaimana dengan konstitusi yang melarang partai berbisnis. Tentu itu hal lain yang harus disiasati. Dalam pandangan Toto, Partai Emas ini berbeda dengan umumnya parpol saat ini yang masih mengandalkan target pasar tradisional yang berorientasi ideologis. Sebut saja, pasar nasionalis dan religius, yaitu pasar yang dalam banyak teori marketing sudah tak lagi berkategori blue ocean, tapi sudah menjadi Red Ocean," ujarnya.

Apa yang sedang dilakukan Partai Emas ini merupakan terobosan out of the box yang sangat potensial menjadi magnet publik untuk bukan saja lolos parliamentary threshold (PT) tapi juga moncer di 2024 nanti. "Apalagi, jika partai ini juga mampu mengombinasikan kekuatan program dengan personal figur ketua umumnya,” tandas Toto.

Menurut Toto, dalam teori marketing politik, Partai Emas ini mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar (market oriented party), yaitu partai yang lahir berdasarkan tuntutan keinginan pasar dengan design awal sudah dimulai melalui aneka penelitian tentang apa saja yang dibutuhkan pemilih.

Menurut Toto, yang terjadi saat ini, partai terlena dengan orientasi produk turun temurun seperti ideologi (product oriented party) yang bukan mustahil pada saatnya akan ditinggalkan. Terutama ketika publik cepat atau lambat menilai ideologi pun sudah mulai tak ada di partai politik karena ulah oknum partai yang makin banyak terlibat kasus korupsi.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top