Berorientasi Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat, Partai Emas Diapresiasi
Kamis, 06 Mei 2021 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
"Meskipun, ‘PR’ berikutnya, bagaimana dengan konstitusi yang melarang partai berbisnis. Tentu itu hal lain yang harus disiasati. Dalam pandangan Toto, Partai Emas ini berbeda dengan umumnya parpol saat ini yang masih mengandalkan target pasar tradisional yang berorientasi ideologis. Sebut saja, pasar nasionalis dan religius, yaitu pasar yang dalam banyak teori marketing sudah tak lagi berkategori blue ocean, tapi sudah menjadi Red Ocean," ujarnya.
Apa yang sedang dilakukan Partai Emas ini merupakan terobosan out of the box yang sangat potensial menjadi magnet publik untuk bukan saja lolos parliamentary threshold (PT) tapi juga moncer di 2024 nanti. "Apalagi, jika partai ini juga mampu mengombinasikan kekuatan program dengan personal figur ketua umumnya,” tandas Toto.
Menurut Toto, dalam teori marketing politik, Partai Emas ini mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar (market oriented party), yaitu partai yang lahir berdasarkan tuntutan keinginan pasar dengan design awal sudah dimulai melalui aneka penelitian tentang apa saja yang dibutuhkan pemilih.
Menurut Toto, yang terjadi saat ini, partai terlena dengan orientasi produk turun temurun seperti ideologi (product oriented party) yang bukan mustahil pada saatnya akan ditinggalkan. Terutama ketika publik cepat atau lambat menilai ideologi pun sudah mulai tak ada di partai politik karena ulah oknum partai yang makin banyak terlibat kasus korupsi.
Apa yang sedang dilakukan Partai Emas ini merupakan terobosan out of the box yang sangat potensial menjadi magnet publik untuk bukan saja lolos parliamentary threshold (PT) tapi juga moncer di 2024 nanti. "Apalagi, jika partai ini juga mampu mengombinasikan kekuatan program dengan personal figur ketua umumnya,” tandas Toto.
Menurut Toto, dalam teori marketing politik, Partai Emas ini mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar (market oriented party), yaitu partai yang lahir berdasarkan tuntutan keinginan pasar dengan design awal sudah dimulai melalui aneka penelitian tentang apa saja yang dibutuhkan pemilih.
Menurut Toto, yang terjadi saat ini, partai terlena dengan orientasi produk turun temurun seperti ideologi (product oriented party) yang bukan mustahil pada saatnya akan ditinggalkan. Terutama ketika publik cepat atau lambat menilai ideologi pun sudah mulai tak ada di partai politik karena ulah oknum partai yang makin banyak terlibat kasus korupsi.
(dam)
Lihat Juga :