Rumput Liar Negara Hukum

Rabu, 05 Mei 2021 - 05:38 WIB
loading...
A A A
Di tengah maraknya korupsi, kolusi, nepotisme, dan kejahatan lain, kehidupan bernegara hukum serupa dengan hamparan tanaman padi yang meranggas. Banyak batang pohonnya (damen), tetapi tanpa buah (gabuk). Justru, rumput liarlah yang tumbuh subur. Dalam situasi demikian, berbagai persoalan kenegaraan muncul. Rakyatlah yang paling menderita. Sementara itu, kelompok elite (rumput liar) justru hidup dalam kemewahan. Jurang kehidupan semakin lebar. Di situ banyak hukum, tetapi langka keadilan.

Bagaimanakah agar negara hukum kembali ke fitrahnya?

Fitrah negara hukum Indonesia adalah institusi perwujudan kehidupan bersama, dalam suasana damai, harmonis, adil, dan makmur, dalam rida Tuhan Yang Maha Esa. Pangkal tolak dan tempat bersauh negara hukum adalah kemutlakan otoritas-Nya, dalam segala perikehidupan. Keberadaan dan penerimaan atas-Nya bukan melalui pancaindera atau mata kepala, melainkan melalui keimanan. Dari sanalah tersalurkan hukum-hukum-Nya, sehingga dapat dipahami dan dikelola perihal sangkan paraning dumadi. Nilai-nilai ketuhanan itu selanjutnya wajib diaktualisasikan sehingga sistem hukum nasional menjadi seiring dan sejalan dengan kehendak-Nya. Itulah, maka sebenarnya negara hukum berwatak religius, merupakan fitrah dan naluriah.

Dalam rangka penjabaran fitrah negara hukum, sekaligus pemahaman tentang realitas empiris tumbuhnya rumput-rumput liar dan upaya-upaya pembasmiannya, ada baiknya disimak saksama hakikat penciptaan organ tubuh: mata, telinga, dan mulut. Atas karunia-Nya, setiap manusia memiliki mulut satu, mata dua, dan telinga dua. Pesan spiritual-religiusnya adalah kemajuan kehidupan negara hukum akan terwujud bila organ-organ tubuh tersebut difungsikan secara benar dan proporsional. Para penyelenggara negara mestinya banyak mendengar suara hati rakyat, banyak menatap realitas kehidupan mayoritas warga, dan hanya (sedikit) bicara, kecuali soal kebenaran dan kejujuran. Jadi, porsi penggunaan telinga dan mata dua kali lipat dibandingkan penggunaan mulut. Orientasinya tertuju kepada masa depan bangsa, yakni sebagai bangsa beradab, sejajar dengan bangsa lain, dan mampu berkontribusi demi terwujudnya perdamaian global.

Bila hakikat penciptaan organ-organ tubuh di atas benar-benar dikelola baik, dapatlah diyakini akan muncul sikap kasih sayang (compassion), sekaligus semakin menipisnya arogansi. Dicintailah seluruh warga negara dan tumpah darahnya sebagaimana mengasihi diri sendiri. Setiap kali hukum dibuat, dilaksanakan, dan ditegakkan, selalu dipertanyakan kepada hati nuraninya, adakah bermanfaat bagi pihak lain? Itulah pancaran energi kebangsaan yang terlahir sebagai ekspresi kehidupan bernegara hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Didukung Rieke Diah...
Didukung Rieke Diah Pitaloka, Nikita Mirzani Makin Optimistis Menang di Sidang PK
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Rekomendasi
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved