Penerbangan Jakarta-Wuhan Dibuka, Epidemiolog: Waspadai Risiko Transmisi Penularan COVID-19

Senin, 03 Mei 2021 - 14:33 WIB
loading...
Penerbangan Jakarta-Wuhan...
Penerbangan Jakarta-Wuhan, China pulang-pergi (PP) kembali dibuka setelah setahun pandemi COVID-19 berlangsung. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Penerbangan Jakarta-Wuhan , China pulang-pergi (PP) kembali dibuka setelah setahun pandemi COVID-19 berlangsung. Rute tersebut dilayani oleh maskapai penerbangan Lion Air setiap Senin.

Seperti diketahui kasus Covid-19 ditemukan pertama kali di Wuhan, meski di sana kini sudah mulai terkendali. Lalu, apakah masih berpotensi terjadi transmisi penularan Covid-19 dari Wuhan?

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta agar waspada terhadap risiko transmisi penularan Covid-19. Seharusnya, katanya, dalam situasi pandemi saat ini setiap negara membatasi keluar masuknya masyarakat dari luar negeri.

Baca juga: Kemenhub Benarkan Adanya Penerbangan ke Wuhan, Tapi Bukan Berjadwal

"Dalam situasi saat ini sebetulnya setiap negara itu harus membatasi ya. Karena penerbangan situasi ini akan meningkatkan risiko transmisi penularan," kata Dicky ketika dihubungi lewat pesan singkat, Senin (3/5/2021).

Apalagi, kata Dicky, meskipun Covid-19 di China dinyatakan terkendali tapi harus perlu ditunggu laporan informasi terkait hal ini. "China memang dikatakan ya, walaupun masih banyak hal yang masih perlu ditunggu datanya ya terkait informasi terkendali. Tetapi situasi saat ini sebetulnya tidak lah bisa menjadikan alasan yang kuat adanya pembukaan-pembukaan," katanya.

Selain itu, Dicky mengatakan, saat ini kasus Covid-19 global juga semakin serius dengan angka kematian juga terus meningkat, sehingga tidak ada negara yang aman dari Covid-19. Seharusnya, kata Dicky, negara yang aman dari Covid-19 adalah negara yang membatasi atau pun menutup mobilitas antarnegara.

Baca juga: Lebih Dahsyat dari Bom Atom, Inggris Ungkap Fakta Baru Soal Virus Covid-19 di Wuhan

"Dan negara yang aman, menutup diri itu. Seperti Australia, New Zealand menutup diri. Saya nggak keluar, ke mana-mana saya nggak bisa keluar, nanti nggak bisa masuk lagi, jadi itu," katanya.

Jika ada penerbangan antarnegara harus menerapkan persyaratan yang ketat untuk mencegah terjadinya transmisi Covid-19. "Kalau untuk dibangun dalam bentuk travel koridor untuk bisnis ya itu saja, dengan resiprokal namanya, harus sama, tidak membahayakan kita, tidak membahayakan mereka," kata Dicky.

Menurut Dicky, di China kasus Covid-19 pun masih bisa meledak lagi. "Karena China itu bisa meledak lagi, tetap. Jadi sama harus dijaga seperti itu. Kalau mau, saya kalau untuk aktivitas penduduk travel belumlah. Tapi kalau untuk bisnis, kepentingan diplomasi bisa saja," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved