Mahfud MD: Konfigurasi Politik Otoriter Akan Menampilkan Hukum yang Konservatif

Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:54 WIB
loading...
Mahfud MD: Konfigurasi...
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan konfigurasi politik demokratis akan menampilkan hukum yang responsif. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan konfigurasi politik demokratis akan menampilkan hukum yang responsif. Begitu juga sebaliknya. Relasi konfigurasi politik dengan hukum telah diteliti Mahfud yang kemudian dituangkan dalam disertasinya.

Mulanya, Mahfud mengatakan korupsi merupakan sebuah fenomena pelanggaran hukum. Namun, dalam hasil penelitiannya, hukum akan baik jika demokrasinya baik pula. Baca juga: May Day 2021, Mahfud MD Berharap Hubungan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah Harmonis

"Saya selalu mengatakan begini, korupsi selalu dilihat sebagai fenomena pelanggaran hukum tapi dalam disertasi saya itu hukumnya akan baik atau hukumnya akan jelek baik pembuatan, substansi hukumnya maupun penegakannya, tergantung pada demokrasinya, kalau demokrasinya berjalan baik maka hukum akan baik, kalau demokrasinya buruk maka hukum juga akan buruk," ujar Mahfud dalam webinar tadarus demokrasi yang diselenggarakan MMD Initiative, Sabtu (1/5/2021).

Mahfud menuturkan konfigurasi politik demokratis akan menampilkan hukum yang responsif. Sedangkan konfigurasi politik otoriter dan hegemonik akan menampilkan hukum yang berwatak konservatif.

"Itu hasil penelitian saya sejak 1945 sampai 1993. Saya hitung dari tahun ke tahun perubahan konfigurasi politik tahun sekiaan bergeser ke sini hukumnya akan jadi begini, itu jelas sekali," tuturnya. Baca juga: Ucapkan Selamat untuk Partai Ummat, Mahfud MD: Semoga Jadi Darah Segar Demokrasi

Melalui webinar tadarus demokrasi ini, Mahfud berharap khalayak akan tercerahkan atas problematika demokrasi yang terjadi di Indonesia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved