DPR Tegaskan Prokes Harga Mati, Antisipasi Gelombang Kedua Corona
Kamis, 29 April 2021 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dari mereka ya kita menjadi pilu, kita sebagai warga dunia, warga masyarakat kita juga ikut pilu begitu melihat, mendengar dan menyaksikan kejadian yang terjadi di India," imbuh Rahmad.
Oleh karena itu, kata Rahmad, masyarakat tidak ber-euforia dengan vaksinasi, di samping vaksin itu bukan segala-galanya, vaksin tidak membebaskan dari virus, vaksin juga tidak menyebabkan kita kebal dari virus. Kemudian, protokol kesehatan (prokes) Covid-19 adalah harga mati untuk menjaga diri dari Corona.
"Kemarin ada juga sempat viral di media, bahwa vaksin itu kalau sebelum virusnya itu stabil bermutasi masih terus mengalami satu guncangan menyerang, oleh karena itu saya kira protokol-protokol kesehatan menjadi harga mati," tegasnya.
"Serta, bagaimana menegakkan secara bersama-sama protokol kegiatan itu kita jalankan dengan benar, tanpa protokol kesehatan maka tanpa kewibawaan. Termasuk mendukung kebijakan larangan mudik," pungkasnya.
Oleh karena itu, kata Rahmad, masyarakat tidak ber-euforia dengan vaksinasi, di samping vaksin itu bukan segala-galanya, vaksin tidak membebaskan dari virus, vaksin juga tidak menyebabkan kita kebal dari virus. Kemudian, protokol kesehatan (prokes) Covid-19 adalah harga mati untuk menjaga diri dari Corona.
"Kemarin ada juga sempat viral di media, bahwa vaksin itu kalau sebelum virusnya itu stabil bermutasi masih terus mengalami satu guncangan menyerang, oleh karena itu saya kira protokol-protokol kesehatan menjadi harga mati," tegasnya.
"Serta, bagaimana menegakkan secara bersama-sama protokol kegiatan itu kita jalankan dengan benar, tanpa protokol kesehatan maka tanpa kewibawaan. Termasuk mendukung kebijakan larangan mudik," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :