DPR Tegaskan Prokes Harga Mati, Antisipasi Gelombang Kedua Corona
Kamis, 29 April 2021 - 15:50 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo prihatin dengan pernyataan WHO bahwa pandemi Covid-19 makin sulit diatasi dan tren kenaikannya sangat signifikan. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo prihatin dengan pernyataan organisasi kesehatan dunia, WHO bahwa pandemi virus Corona (Covid-19) makin sulit diatasi dan tren kenaikannya sangat signifikan. Dia pun prihatin dengan gelombang tsunami virus Corona yang terjadi di India.
Baca juga: Waspada Klaster Perkantoran Meningkat, Penting Perketat Protokol Kesehatan
Hal ini dikatakan Rahmad dalam Dialektika Demokrasi DPR yang bertajuk "Waspada Gelombang Kedua Covid-19" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2021). Untuk itu, apa yang terjadi saat ini, perlu dijadikan pembelajaran bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Saya kira kondisi di dunia, terlebih apa yang terjadi di India itu mestinya menjadi parameter kita bersama kita menjadi berkaca, kita bersyukur terhadap kasus India, bersyukurnya gimana, kita ita bisa belajar banyak terhadap apa yang terjadi di India," kata Rahmad.
Baca juga: UTBK SBMPTN di Undip Tetap Perketat Protokol Kesehatan
Rahmad menuturkan, saran ini sudah banyak disampaikan teman-teman pengamat maupun para pakar yang membidangi dari sisi kesehatan masayarakat, dan kasus di India itu sangat munkin bisa terjadi di Indonesia, karena kondisi India dan Indonesia hampir mirip. Sehingga, pemerintah maupun masyarakat Indonesia harus belajar dari India yang Perdana Menterinya sudah mengklaim bahwa India sudah mencapai herd immunity, meskipun itu semu.
"Kebahagiaan dan euforia yang berlebih itu semu, ternyata semu, artinya apa yang terjadi, acara politik di sana jutaan yang beredar di masyarakat, kemudian acara keagamaan yang kita tahu bersama yang begitu banyak, jutaan yang tanpa masker, tanpa protokol kesehatan, nah dampaknyaa kita tahu bersama akibatnya kita ketahui di media sekarang ini, banyak keluarga yang kesulitan untuk sebatas untuk mengubur untuk membakar mayat," terangnya.
Baca juga: Waspada Klaster Perkantoran Meningkat, Penting Perketat Protokol Kesehatan
Hal ini dikatakan Rahmad dalam Dialektika Demokrasi DPR yang bertajuk "Waspada Gelombang Kedua Covid-19" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2021). Untuk itu, apa yang terjadi saat ini, perlu dijadikan pembelajaran bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Saya kira kondisi di dunia, terlebih apa yang terjadi di India itu mestinya menjadi parameter kita bersama kita menjadi berkaca, kita bersyukur terhadap kasus India, bersyukurnya gimana, kita ita bisa belajar banyak terhadap apa yang terjadi di India," kata Rahmad.
Baca juga: UTBK SBMPTN di Undip Tetap Perketat Protokol Kesehatan
Rahmad menuturkan, saran ini sudah banyak disampaikan teman-teman pengamat maupun para pakar yang membidangi dari sisi kesehatan masayarakat, dan kasus di India itu sangat munkin bisa terjadi di Indonesia, karena kondisi India dan Indonesia hampir mirip. Sehingga, pemerintah maupun masyarakat Indonesia harus belajar dari India yang Perdana Menterinya sudah mengklaim bahwa India sudah mencapai herd immunity, meskipun itu semu.
"Kebahagiaan dan euforia yang berlebih itu semu, ternyata semu, artinya apa yang terjadi, acara politik di sana jutaan yang beredar di masyarakat, kemudian acara keagamaan yang kita tahu bersama yang begitu banyak, jutaan yang tanpa masker, tanpa protokol kesehatan, nah dampaknyaa kita tahu bersama akibatnya kita ketahui di media sekarang ini, banyak keluarga yang kesulitan untuk sebatas untuk mengubur untuk membakar mayat," terangnya.
Lihat Juga :