Menakar Peluang Dua Unicorn Bersatu

Rabu, 28 April 2021 - 05:30 WIB
loading...
Menakar Peluang Dua...
Dyah Ayu Febriani (Foto: Istimewa)
A A A
Dyah Ayu Febriani
Asisten Peneliti INDEF

BELAKANGAN ini diketahui bahwa dua unicorn kenamaan Indonesia, Gojek dan Tokopedia, telah melakukan penandatanganan conditional sales and purchase agreement (CSPA). Perjanjian jual beli saham bersyarat atau CSPA ini seakan membawa angin segar bahwa akan segera ada merger di antara kedua unicorn tersebut. Menurut Deal Street Asia, apabila terjadi merger antara Gojek dan Tokopedia, nilai perusahaan yang akan tercipta sebesar USD35-40 miliar. Jumlah tersebut akan melampaui status batas decacorn (valuasi USD10 miliar). Tapi rasio merger yang akan memberikan Gojek dan Tokopedia kepemilikan ekuitas substansial masih dalam tahap pembahasan, terutama untuk terfokus pada penandatanganan term sheet mendatang, skenario hingga tujuan akhir dari penggabungan dua entitas raksasa ride hailing dan e-commerce ini.

Bloomberg melaporkan bahwa kedua perusahaan unicorn tersebut berencana menciptakan Indonesia Internet Powerhouse, yakni strategi bisnis mulai dari pemesanan kendaraan dan pembayaran digital hingga belanja dan pengiriman online. Berkaitan dengan hal tersebut, Cross ASEAN Research melaporkan bahwa jika terjadi merger, keduanya memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan modal dalam jumlah besar untuk membiayai pertumbuhannya di masa depan.

Merger antara Gojek dan Tokopedia diprediksi mampu memperkuat posisi kedua perusahaan di antara kompetitornya seperti Shopee dan OVO yang sejauh ini menduduki posisi sebagai toko online dan dompet digital terbesar di Indonesia. Menurut laporan Iprice hingga Q4 2020, Tokopedia berada di posisi kedua di bawah Shopee berdasarkan pengunjung website dan aplikasi. Adapun Gojek melalui Gopay berada di peringkat ketiga penggunaan dompet digital setelah Shopee dan OVO. Tampaknya persaingan kini akan lebih sulit ketika sekarang Shopee mulai melakukan ekspansi pasar pada sektor antar makanan yang akan mengganggu ekosistem Gojek yang selama ini menjadi salah satu pemain besar pada bisnis antar makanan. Selain adanya persaingan dalam pasar, merger dinilai juga akan mampu mengurangi biaya operasional yang akan berimplikasi pada menurunnya biaya produksi kedua perusahaan sehingga berdampak positif bagi output yang nantinya akan dihasilkan.

Google, Temasek, dan Bain pada 2020 melaporkan bahwa pada 2025 mendatang pengeluaran masyarakat di Asia Tenggara terhadap pembelian di e-commerce, transportasi online, dan pemesanan makanan secara online akan meningkat sebanyak 300% dengan total USD214 miliar. Hal tersebut akan menjadi peluang yang besar bagi Gojek maupun Tokopedia untuk memperluas pasar dan memperbesar perusahaannya.

Dalam informasi lainnya dikatakan bahwa Gojek akan memiliki sekitar 60% saham dari entitas gabungan, sedangkan investor Tokopedia memegang 40%. Masa depan cerah terlihat apabila kedua perusahaan tersebut menggabungkan dirinya dikarenakan kedua perusahaan melakukan kegiatan bisnis yang berbeda dan tidak berpotensi untuk menghilangkan pekerjaan di antara salah satu pihak. Isu merger ini sendiri bukan tanpa alasan. Faktor pendukung dengan adanya kesamaan investor antara lain Google, Temasek, dan Sequoia Capital India pada Gojek dan Tokopedia membuat isu ini semakin kuat dan diperkirakan akan memberikan kelancaran terhadap penyatuan kedua perusahaan ini.

Selain itu alasan merger juga tidak lain untuk mendapatkan pendanaan yang lebih luas untuk modal bersaing dengan kompetitor lain. Dengan nilai valuasi yang besar, merger antara Gojek dan Tokopedia juga bisa melakukan pendanaan melalui pasar saham dan para investor yang sebelumnya sudah berinvestasi mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Bloomberg melaporkan bahwa rencananya entitas gabungan perusahaan ini akan didaftarkan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Amerika Serikat melalui initial public offering (IPO) ataupun melalui special purpose acquisition company (SPAC). Peluncuran saham perdana merger Gojek dan Tokopedia dinilai mampu menarik perhatian para pemain saham ritel yang relatif dari generasi milenial di Indonesia dikarenakan merger ini akan menjadi perusahaan digital pertama yang akan meluncur di bursa saham Indonesia. Namun sampai saat ini baik dari pihak Gojek maupun Tokopedia masih enggan membuka berbagai rencana merger tersebut kepada publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
Bantu IKM, Kemenperin...
Bantu IKM, Kemenperin Luncurkan Startup4Industry Investment Summit 2024
DJKI Gandeng Tokopedia...
DJKI Gandeng Tokopedia Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk MPIG Kopi Sukapura Jawa Barat
Kemenkominfo Fasilitasi...
Kemenkominfo Fasilitasi Startup Ikuti Hannover Messe 2023
PHK Massal Hantui Pekerja,...
PHK Massal Hantui Pekerja, Menko PMK Bicara Beban Ganda Generasi Sandwich
Targetkan 50 Juta Suara,...
Targetkan 50 Juta Suara, Airlangga Samakan Golkar seperti Startup Hectacorn
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Belanja Akhir Pekan...
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100.000 di Tokopedia
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Rekomendasi
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved