Melawan Industri untuk Menyembuhkan Sungai

Kamis, 22 April 2021 - 06:43 WIB
loading...
A A A
Indonesia perlu belajar dari Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu telah menghentikan impor sampah yang sudah berlangsung puluhan tahun. Hal ini dilakukan setelah adanya penelitian tentang bahaya pencemaran lingkungan pada tahun 2013. Hasil penelitian menyatakan biaya pengobatan orang sakit akibat polusi sampah ini lebih tinggi dari keuntungan.

Celakanya, pencemaran lingkungan sungai di Indonesia itu sudah merembet ke tubuh manusia. Ecoton pada Januari 2020-Februari 2021 melakukan penelitian terhadap masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, Bali, Brantas, dan Bengawan Solo. Dari 91 (49 wanita dan 42 pria) sampel feses yang diambil, semuanya mengandung mikroplastik.

Nilai median sebesar 18 partikel per 10 gram. Ada empat jenis mikroplastik yang ditemukan dari feses itu, yakni fuberm fragmen, filament, dan granul. Fiber yang ditemukan paling dominan. Selanjutnya, grafmen, filament, dan granula. Ini sebuah alarm bagi masyarakat dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

“Paparan plastik pada tubuh manusia ini bisa menyebabkan kepunahan manusia karena ada semacam penurunan kualitas sperma. Plastik ini mengganggu hormon. Dia masuk dalam katagori endocrine disrupting chemicals (EDC),” kata Prigi.

Mikroplastik ini masuk ke tubuh manusia bisa melalui air sungai dan ikan yang dikonsumsi. Ecoton mengungkapkan seafood di pantai Utara Jawa sudah terkontaminasi mikroplastik. Selain menyebabkan penurunan kualitas sperma, ini berpengaruh pada insulin dan menopause dini. Prigi menyebut sekarang banyak perempuan yang menstruasi lebih awal.

Indonesia, menurutnya, terlalu mengedepankan profit. Namun, melupakan planet yang akhirnya menyebabkan masyarakat (people) jadi korban. “Ini hanya memuliakan 1 persen orang Indonesia. Selain itu, akan menderita dan menanggung beban (karena) industri membuang limbah dan pencemaran dibiarkan,” kritiknya.

Prigi mendesak pemerintah untuk tegas menegakkan hukum pada industri yang membuang limbah sembarangan. Dia mencibir pemerintah yang sering mengglorifikasi hukuman terhadap satu industri, tapi ribuan lain bebas. Itu hanya pencitraan belaka dan tidak akan membuat efek jera.

Selama 25 tahun meneliti pencemaran sungai, serta melawan pemerintah dan pemodal besar, Prigi harus menghadapi sejumlah rintangan. “Ancamannya pernah ditahan polisi. Kita abis aksi, disekap. Rumah dan kantor diteror. Saya (anggap) itu sebuah risiko untuk perubahan. Risiko mengusik orang tidur enak, ya seperti itu. Itu orang jahat, maka perlu kita lawan,” pungkasnya.

(F.W.Bahtiar)
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpin Gerakan Tanam...
Pimpin Gerakan Tanam Sejuta Pohon di Hari Bumi, Menag: Tokoh Agama Beri Teladan Pelestarian Alam
Hari Bumi Internasional,...
Hari Bumi Internasional, Kemenag Gelar Aksi Tanam Sejuta Pohon
Puan: Pohon Soekarno...
Puan: Pohon Soekarno di Arafah adalah Inspirasi Pentingnya Menjaga Bumi
HUT ke-54, IGI Ingatkan...
HUT ke-54, IGI Ingatkan untuk Bertanggung Jawab Melestarikan Bumi
Ambisi Bumi Lebih Bersih
Ambisi Bumi Lebih Bersih
Degradasi Lingkungan...
Degradasi Lingkungan Terus Mengancam
Gerakan Pilah Sampah,...
Gerakan Pilah Sampah, Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
Hari Bumi, PLN Indonesia...
Hari Bumi, PLN Indonesia Power UBP Bali Tanam 1.000 Pohon dan Resmikan Sistem Air Bersih
Peringati Hari Bumi...
Peringati Hari Bumi 2026, MR.D.I.Y. Indonesia Hadirkan Waste Station di MRT Blok M
Rekomendasi
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Berita Terkini
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved