Satgas: Vaksin Sinovac Bakal Dapatkan EUL dari WHO Akhir Mei Mendatang

Kamis, 15 April 2021 - 19:56 WIB
loading...
Satgas: Vaksin Sinovac...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Vaksin Sinovac akan mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari badan kesehatan dunia WHO akhir Mei mendatang. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Vaksin Sinovac akan mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari badan kesehatan dunia WHO akhir Mei mendatang.

Seperti diketahui sinovac sempat menjadi polemik karena tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ibadah haji dan umroh karena belum mendapatkan EUL dari WHO. Sedangkan, vaksin AstraZeneca sudah memiliki EUL sejak Februari 2021. “Sedangkan vaksin Sinovac telah ikuti prosedur pengurusan EUL dan prediksi pemberian EUL pada akhir Mei 2021,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (15/4/2021). Baca juga: Update Covid-19: Positif 1.589.359 Orang, 1.438.254 Sembuh 43.073 Meninggal

Wiku mengatakan, baik EUL dari WHO maupun Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM merupakan dua bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik in vitro atas dasar beberapa pertimbangan yang intinya sama. “Perbedaannya ialah, hanya pada badan otoritas yang mengeluarkan dan beberapa perbedaan fungsi. Yaitu, WHO adalah badan yang memiliki otoritas penuh dalam mengeluarkan EUL. Sedangkan EUA dikeluarkan oleh otoritas regulator nasional yang memiliki wewenang penuh dalam pengawasan obat maupun makanan. Di mana di Indonesia hal itu adalah kewenangan BPOM,” ujarnya. Baca juga: Satgas: Vaksin Nusantara Dibuat di Amerika Serikat, Diuji di Indonesia

Dia mengatakan EUL diberikan sebagai prasyarat pasokan vaksin Covax yang menjadi vaksin subsidi WHO ke berbagai negara dunia. Dalam hal ini untuk membantu suatu negara memutuskan kelayakan penggunaan, produksi, atau impor vaksin. “Untuk memutuskan EUA nya segera. Sedangkan EUA spesifik hanya untuk izin edar terbatas di suatu negara,” tuturnya.

Wiku mengatakan pada prinsipnya, WHO memberikan otoritas penuh terhadap masing-masing otoritas regulator nasional yakni BPOM untuk memberikan EUAnya. Dimana dalam menerbitkan EUA, BPOM umumnya juga mengacu pada standar global. “Namun WHO tetap harapkan vaksin yang telah dapatkan EUA dari tiap negara dapat mengurus EUL nya di masa yang akan datang,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Menkes: IMEDIC 2025...
Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan
Tolak Amendemen IHR...
Tolak Amendemen IHR oleh WHO, Mantan Menkes Siti Fadilah: Kurangi Kedaulatan Negara
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Covid-19 Naik...
Kasus Covid-19 Naik Lagi, Partai Perindo: Tetap Tenang dan Waspada, Tapi Jangan Lengah
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat, TBIG Gelar Pelatihan di Kalimantan
Ikuti Langkah Trump,...
Ikuti Langkah Trump, Argentina Keluar dari WHO
Rekomendasi
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
Ukraina Bakal Peroleh...
Ukraina Bakal Peroleh Jet Tempur F-16 Pertama dari Belanda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved