JK: Corona Tak Bisa Diajak Berdamai, Harus Tegas

Rabu, 20 Mei 2020 - 20:51 WIB
loading...
JK: Corona Tak Bisa...
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan, berdamai dengan virus Corona jangan diartikan seolah tak ada apa-apa, tapi harus diartikan bahwa kita harus waspada. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Berdamai dengan virus Corona (Covid-19) jangan diartikan seolah-olah tidak ada apa-apa, tapi harus diartikan bahwa kita harus waspada.

(Baca juga: Respons Pemerintah Sikapi 'Indonesia Terserah' Dinilai Kurang Tepat)

Hal itu diungkapkan JK pada program Opini AHA!, Rabu (20/5/2020). Karenanya JK menegaskan, Corona tidak bisa diajak berdamai. Menurutnya, penanganan pandemi virus ini harus tegas, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, sampai media massa.

"Kita memang agak telat memulainya. Maka dari itu butuh ketegasan," kata JK. (Baca juga: Hadapi Pandemi Corona, Jusuf Kalla Ajak Semua Masyarakat Bersatu)

Untuk pemerintah pusat, JK mengingatkan supaya tegas dalam menjalankan kebijakan yang sudah dibuat untuk pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurutnya, kunci keberhasilan tangani Corona adalah kecepatan dan ketegasan.

JK mencontohkan, kasus di beberapa negara yang dinilai berhasil menangani Corona. Seperti Vietnam dan Taiwan. Menurutnya, dua negara itu telah menerapkan kebijakan yang ketat dan tanggap. Berbeda dengan Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris yang dinilai lamban dan tidak tegas.

"Meskipun mereka adidaya, mereka tak berkutik," ujar JK.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Konten JK Dipotong,...
Konten JK Dipotong, Peneliti Soroti Bahaya Dekontekstualisasi di Medsos
Rismon Sianipar Minta...
Rismon Sianipar Minta Polisi Buru Pembuat Video AI Terkait Tudingan ke Jusuf Kalla
Jusuf Kalla Tegaskan...
Jusuf Kalla Tegaskan Klarifikasi atas Tuduhan Penistaan Agama
Rekomendasi
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Berita Terkini
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved