Pemerintah Larang Mudik, Menhub Paparkan Sejumlah Alasannya
Rabu, 07 April 2021 - 18:51 WIB
loading...
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan di Januari setelah mudik Nataru terjadi kenaikan kasus COVID-19 dengan kematian tenaga kesehatan lebih dari 100 orang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah resmi melarang mudik jelang Idul Fitri 1442 Hijriah . Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi larangan ini, di antaranya potensi kenaikan kasus positif COVID-19 .
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan di Januari setelah mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi kenaikan kasus COVID-19 dengan kematian tenaga kesehatan lebih dari 100 orang. Baca juga: Menhub Ungkap 27 Juta Orang Tetap Akan Mudik Meski Dilarang
"Kedua, memang terjadi suatu lonjakan yang drastis pada bulan Januari dan Februari yang kita alami. Berikutnya, memang kalau dibandingkan dari tanggal ke tanggal itu memang disesuaikan," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu (7/4/2021).
Budi menuturkan catatan dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa lansia berisiko tinggi terpapar COVID-19. Karenanya, kelompok usia itu harus diberi perlindungan.
"Negara-negara yang maju pun sekarang sedang mengalami satu kenaikan yang sangat signifikan, seperti USA, India, dan beberapa negara di Eropa," imbuhnya.
Budi memastikan masyarakat yang masih nekat mudik melalui jalur darat akan berhadapan dengan petugas gabungan yang melakukan penyekatan di lebih dari 300 titik.
"Sehingga kami menyarankan agar bapak-ibu tidak meneruskan rencana untuk mudik dan tinggal di rumah," katanya.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan di Januari setelah mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi kenaikan kasus COVID-19 dengan kematian tenaga kesehatan lebih dari 100 orang. Baca juga: Menhub Ungkap 27 Juta Orang Tetap Akan Mudik Meski Dilarang
"Kedua, memang terjadi suatu lonjakan yang drastis pada bulan Januari dan Februari yang kita alami. Berikutnya, memang kalau dibandingkan dari tanggal ke tanggal itu memang disesuaikan," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu (7/4/2021).
Budi menuturkan catatan dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa lansia berisiko tinggi terpapar COVID-19. Karenanya, kelompok usia itu harus diberi perlindungan.
"Negara-negara yang maju pun sekarang sedang mengalami satu kenaikan yang sangat signifikan, seperti USA, India, dan beberapa negara di Eropa," imbuhnya.
Budi memastikan masyarakat yang masih nekat mudik melalui jalur darat akan berhadapan dengan petugas gabungan yang melakukan penyekatan di lebih dari 300 titik.
"Sehingga kami menyarankan agar bapak-ibu tidak meneruskan rencana untuk mudik dan tinggal di rumah," katanya.
Lihat Juga :