Moeldoko Ajak Mathlaul Anwar Persempit Ruang Paham Radikal dan Intoleransi
Rabu, 07 April 2021 - 07:05 WIB
loading...
Kepala KSP Moeldoko mengajak ormas berbasis pendidikan Islam Mathlaul Anwar, ikut mempersempit ruang bagi berkembangnya paham radikal dan tindak intoleransi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengajak organisasi masyarakat berbasis pendidikan Islam Mathlaul Anwar, ikut mempersempit ruang bagi berkembangnya paham radikal dan tindak intoleransi.
Ajakan dan harapan tersebut dia sampaikan saat menerima audiensi DPP Mathlaul Anwar beberapa waktu yang lalu di Gedung Bina Graha Jakarta. Baca juga: Ketum Demokrat KLB Moeldoko Apresiasi Langkah Pemerintah Tangani Bencana di NTT dan NTB
"Mathlaul Anwar bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan SDM. Dalam hal ini, Mathlaul Anwar perlu terlibat dalam mempersempit ruang tumbuhnya paham radikal dan intoleransi di Indonesia," tutur Moeldoko, Selasa (6/4/2021)
Baca juga: Setelah KLB Moeldoko Ditolak, Pengamat: Masalah Utama Ada di Internal Demokrat
Moeldoko mengatakan, program pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo perlu keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat yang berfokus pada pendidikan, salah satunya Mathlaul Anwar yang perjalanannya sudah berusia 105 tahun.
Baca juga: Gugat AD/ART Demokrat, Kubu Moeldoko juga Minta Ganti Rugi Rp100 Miliar
Selain itu, Moeldoko juga mengapresiasi Mathlaul Anwar sebagai penggerak sektor pendidikan yang mandiri telah berkontribusi menerapkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, hingga saat ini Mathlaul Anwar telah memiliki lebih dari 2.000 madrasah di 33 Provinsi dan 70 perguruan setingkat SD, SMP, dan SMA serta satu perguruan tinggi.
Ajakan dan harapan tersebut dia sampaikan saat menerima audiensi DPP Mathlaul Anwar beberapa waktu yang lalu di Gedung Bina Graha Jakarta. Baca juga: Ketum Demokrat KLB Moeldoko Apresiasi Langkah Pemerintah Tangani Bencana di NTT dan NTB
"Mathlaul Anwar bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan SDM. Dalam hal ini, Mathlaul Anwar perlu terlibat dalam mempersempit ruang tumbuhnya paham radikal dan intoleransi di Indonesia," tutur Moeldoko, Selasa (6/4/2021)
Baca juga: Setelah KLB Moeldoko Ditolak, Pengamat: Masalah Utama Ada di Internal Demokrat
Moeldoko mengatakan, program pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo perlu keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat yang berfokus pada pendidikan, salah satunya Mathlaul Anwar yang perjalanannya sudah berusia 105 tahun.
Baca juga: Gugat AD/ART Demokrat, Kubu Moeldoko juga Minta Ganti Rugi Rp100 Miliar
Selain itu, Moeldoko juga mengapresiasi Mathlaul Anwar sebagai penggerak sektor pendidikan yang mandiri telah berkontribusi menerapkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, hingga saat ini Mathlaul Anwar telah memiliki lebih dari 2.000 madrasah di 33 Provinsi dan 70 perguruan setingkat SD, SMP, dan SMA serta satu perguruan tinggi.
Lihat Juga :