Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:20 WIB
loading...
Sinergi guru, orang tua siswa, dan Densus 88 AT Polri dalam sebuah sesi khusus di Black Box Theater, Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pesatnya arus informasi digital yang menyasar kerentanan emosional remaja, institusi pendidikan kini memegang peranan vital melampaui sekadar transfer ilmu akademis. Menyadari itu, Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang bersama Redea Institute menggelar rangkaian kolaborasi strategis dengan Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri untuk membentengi ekosistem sekolah dari ancaman radikalisme dan kekerasan.
Rangkaian program ini dimulai dengan sesi edukasi bagi orang tua dan siswa pada pertengahan Februari 2026 yang juga menghadirkan para psikolog sekolah untuk membahas navigasi emosi remaja di dunia digital. Bersama dengan tim Densus 88, pemaparan memberikan gambaran lengkap mengenai pentingnya peran orang tua sebagai benteng pelindung bagi putra-putrinya dalam menghadapi semua pengaruh dari dunia digital yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan siswa.
Baca juga: Moderasi Beragama Cara Terbaik Perangi Radikalisme
Tak lengkap jika pembekalan hanya diberikan kepada orang tua dan siswa, pilar sekolah lainnya harus mendapatkan hal yang sama. Puncaknya, sebuah sesi khusus bagi para guru dan staf dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, di Black Box Theater, Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang.
Sejak didirikan tahun 1996, HighScope Indonesia Institute, yang berevolusi menjadi Redea Institute, sepenuhnya menjunjung tinggi kolaborasi antara rumah dan sekolah (home-school collaboration) untuk dapat memberikan yang terbaik bagi siswa.
Nilai-nilai kehidupan seperti saling menghormati, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan telah ditanamkan sejak dini kepada seluruh siswa di Sekolah HighScope Indonesia—yang akan berganti nama menjadi Sekolah Eco Socio Tech pada Juli 2026.
Rangkaian program ini dimulai dengan sesi edukasi bagi orang tua dan siswa pada pertengahan Februari 2026 yang juga menghadirkan para psikolog sekolah untuk membahas navigasi emosi remaja di dunia digital. Bersama dengan tim Densus 88, pemaparan memberikan gambaran lengkap mengenai pentingnya peran orang tua sebagai benteng pelindung bagi putra-putrinya dalam menghadapi semua pengaruh dari dunia digital yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan siswa.
Baca juga: Moderasi Beragama Cara Terbaik Perangi Radikalisme
Tak lengkap jika pembekalan hanya diberikan kepada orang tua dan siswa, pilar sekolah lainnya harus mendapatkan hal yang sama. Puncaknya, sebuah sesi khusus bagi para guru dan staf dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, di Black Box Theater, Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang.
Sejak didirikan tahun 1996, HighScope Indonesia Institute, yang berevolusi menjadi Redea Institute, sepenuhnya menjunjung tinggi kolaborasi antara rumah dan sekolah (home-school collaboration) untuk dapat memberikan yang terbaik bagi siswa.
Nilai-nilai kehidupan seperti saling menghormati, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan telah ditanamkan sejak dini kepada seluruh siswa di Sekolah HighScope Indonesia—yang akan berganti nama menjadi Sekolah Eco Socio Tech pada Juli 2026.
Lihat Juga :