MPR: Tanpa Dilandasi Pancasila, Penggunaan Internet Berpotensi Picu Radikalisme

Senin, 05 April 2021 - 19:14 WIB
loading...
MPR: Tanpa Dilandasi...
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Sahroni mengingatkan masyarakat untuk menggunakan internet secara arif dan beretika. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi Covid 19 yang mengharuskan sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Sahroni mengingatkan masyarakat untuk menggunakan internet secara arif dan beretika. Bak dua sisi sebilah pisau, internet kata Sahroni memberikan banyak manfaat dalam memberikan ataupun pencarian informasi, namun juga dapat membawa dampak negatif hingga keruntuhan sebuah bangsa.

“Internet di tengah pandemi ini sangat berpengaruh di kehidupan kita. Aktivitas bekerja hingga belajar dilakukan secara daring. Itu hal positif bisa kita peroleh dari internet. Tapi harus diingat pula banyak informasi negatif juga beredar melalui fasilitas internet,” ucap Sahroni saat sosialisasi empat pilar di Warakas, Tanjung Priok, Selasa (16/03). Baca juga: Ahmad Sahroni Ajak Semua Pihak Fokus Tanggulangi Bencana NTT

Pancasila tegas Sahroni harus selalu tertanam dalam diri setiap individu agar tak mudah terjerat dalam pemahaman yang salah hingga berujung radikalisme. Sila pertama dan ketiga Pancasila mengingatkan kita akan ahlak dan keimanan tanpa memecah belah persatuan bangsa. “Beberapa kali aksi teror terjadi karena pemahaman yang disebarkan kelompok ISIS melalui dunia maya. Contoh terakhir adalah aksi penyerangan dilakukan di Mabes Polri. Pelaku yang menyerang menggunakan senjata api terinfiltrasi pemahaman ISIS dari dunia maya,” terang Sahroni. Baca juga: DPR Tekankan Pentingnya Peran Ulama Tangkal Radikalisme

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mewanti-wanti masyarakat untuk menyaring berita diterima terlebih dahulu sebelum turut menyebarkan ke pihak lain. Ia mengemukakan, tak sedikit pihak yang menyebarkan berita bohong dengan tujuan tertentu, mulai dari peningkatan followers untuk tujuan ekonomi, menjatuhkan lawan, menjelekkan pemerintah, hingga memunculkan chaos di Tanah Air. Dibeberkan Sahroni, setahun Covid 19 mewabah di Indonesia tepatnya sepanjang 23 Januari 2020 sampai 3 Maret 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), papar Sahroni menemukan 1.460 hoaks berbahasa lokal terkait virus mematikan tersebut.

Sedangkan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang berkolaborsi dengan cekfakta.com merilis hoaks tersebar di Indonesia dari rentang waktu 1 Januari-16 November 2020 mencapai 2.024. Sacara statistik, angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1.221 hoaks. Hoaks terbesar berkaitan dengan pandemi Covid-19, isu pilkada serentak 2020, omnibus law, dan isu-isu lain. Sementara media yang disalahgunakan untuk penyebaran hoaks terbanyak yaitu platform Facebook disusul Twitter dan WhatsApp.

“Kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang saat ini sudah seharusnya diimbangi dengan etika menggunakan internet secara baik dan benar. Salah satunya Pilar Pancasila dapat membentuk karakter positif dalam berperilaku media sosial. Pemanfaatan teknologi sepatutnya digunakan untuk kegiatan yang positif atau memberikan asas manfaat bagi masyarakat luas,” urai Sahroni.

“Namun sering kali Pancasila terlupakan dalam kemajuan teknologi sehingga masyarakat dengan semena-mena di media sosial. Oleh sebab itu sudah saatnya menyelaraskan kembali nilai-nilai Pancasila dengan kemajuan teknologi agar masyarakat menjadi lebih bijak menggunakan media sosial,” imbuh pria yang terkenal dengan ikon ‘Crazy Rich Priok’ ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Rekomendasi
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pimpinan BGN Datangi...
Pimpinan BGN Datangi KPK, Nanik S Deyang: Kerja Sama
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Bareskrim Backup Penyidikan...
Bareskrim Backup Penyidikan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Bikin Negara Rugi Rp5 Triliun
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved