Muktamar Pemikiran untuk Menggapai Indonesia Emas

Senin, 05 April 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Islamisme dinilai berbahaya dan kini masih menjadi bahaya laten karena mereka yang menganut ideologi transnasional ini tidak hanya menjadikan agama sebagai tameng kepentingannya yang bersifat politis, yakni mendirikan negara berbasis agama, tetapi juga untuk menghancurkan kehidupan berbangsa dan kemanusiaan. Bahkan, beberapa kelompok yang menganut ideologi ini seperti Salafisme dan Wahabisme, menurut Kiai Said Aqil Siradj, menjadi pintu masuk lahirnya terorisme yang tidak hanya dapat menghancurkan kehidupan berbangsa dan kemanusiaan, tetapi juga keberagamaan lantaran mereka selalu memberi label bidah, sesat, kafir, dan thaghut kepada pihak lain yang tidak sejalan dengan ideologi mereka.

Setelah labelling itu, mereka memberi penilaian hukum bahwa darah mereka yang diberi label negatif tadi adalah halal darahnya. Ketika penilaian hukum keluar, ketika itu juga, mereka merasa wajib mengambil tindakan hukum dan mengeksekusinya melalui pembunuhan, bahkan melalui bom bunuh diri. Pembunuhan melalui bom bunuh diri yang kini menjadi tren dunia terorisme itu tidak hanya dipahami sebagai perintah wajib menurut ajaran agama, tetapi juga dijadikan sarana utama untuk bertemu bidadari di surga kelak. Di sinilah nilai pentingnya jihad wacana bagi warna NU dan terutama kader Pergerakan melalui media sosial.

Tentu saja tidak sekadar berwacana dan berjihad media. Warga NU dan kader Pergerakan sejatinya mempunyai kualitas yang memadai dalam berjihad wacana. Di sinilah nilai pentingnya tema yang dipilih muktamar pemikiran, yakni “SDM Unggul Dosen PMII Menuju Indonesia Emas”? Tema ini bernilai strategis. SDM para dosen PMII diharapkan unggul dalam semua bidang kehidupan sehingga mereka mampu menciptakan manusia Indonesia, terutama warga NU dan lebih khusus lagi kader Pergerakan yang juga unggul. Warga NU dan kader-kader Pergerakan harus dibentuk sedemikian rupa agar mereka mampu bersaing dengan pihak lain yang mungkin mempunyai keunggulan tertentu yang tidak kita miliki, dan meraih cita-cita Indonesia Emas, karena mereka menjadi bagian terbesar dari kondisi bonus demografis yang menjadi jembatan pendorong menuju Indonesia Emas.

Harapan itu penting karena warga NU menempati jumlah mayoritas di Indonesia, tetapi di saat yang sama minoritas dari segi pendidikan dan tentu saja pekerjaan. Jangan sampai, mereka menjadi manusia usia produktif yang paling banyak menganggurnya lantaran tidak mempunyai keunggulan. Sebab, jika itu terjadi, akan mengalami kerugian ganda. Selain tidak bisa menikmati kondisi Indonesia Emas, mereka juga bisa menjadi beban negara dan bangsa Indonesia. Di sinilah nilai pentingnya sesi terakhir dan utama dari muktamar pemikiran PMII, yakni musyawarah muktamirin tentang “Gagasan Dosen PMII Menuju Indonesia Emas”. Musyawarah ini diharapkan mampu merumuskan poin-poin penting tentang “SDM Unggul Para Dosen PMII” sehingga para dosen PMII mampu menghantarkan bangsa Indonesia, khususnya warga Nahdliyin dan kader Pergerakan meraih cita-cita Indonesia Emas pada 2045.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
JAM PMII Laporkan Ketum...
JAM PMII Laporkan Ketum GAMKI ke Bareskrim terkait Polemik Ceramah Jusuf Kalla
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Slamet Ariyadi, PB IKA PMII Kubu Fathan Subchi Ajukan Kasasi
PB PMII Tegaskan Tidak...
PB PMII Tegaskan Tidak Terlibat Aksi Demo dan Pelaporan Pandji Pragiwaksono soal Mens Rea
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Berita Terkini
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Calon Manajer Kopdes...
Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Nasib Gugatan Praperadilan...
Nasib Gugatan Praperadilan Roy Suryo terkait Penggeledahan Diputuskan Hari Ini, Berikut 11 Tuntutannya
Ajukan Banding, Sengketa...
Ajukan Banding, Sengketa SK DPP PPP Disebut Belum Inkrah
Gugatan Praperadilan...
Gugatan Praperadilan Roy Suryo soal Penggeledahan Diputus Hari Ini
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama Pertahanan hingga Teknologi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved