200 Ribu WNA-WNI Masuk RI Sejak Mei 2020, Kemenkes: 4.500 Positif Covid-19

Rabu, 31 Maret 2021 - 15:37 WIB
loading...
200 Ribu WNA-WNI Masuk...
Kemenkes mencatat sejak Mei 2020 sebanyak 200.000 lebih repatriasi baik WNI maupun WNA masuk ke Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Benget Saragih mengungkapkan sejak Mei 2020 tercatat sebanyak 200.000 lebih repatriasi baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia.

Dari jumlah itu, sebanyak 4.500 orang terdeteksi positif Covid-19. “Kita ketahui memang karantina itu dilakukan dari Mei 2020 sampai sekarang. Jadinya data terakhir itu yang kami dapatkan memang sudah sebanyak 200.000 lebih repatriasi yang kita lakukan karantina. Artinya sebelum mereka masuk ke wilayah atau kembali ke daerahnya masing-masing mereka harus dikarantina,” ungkap Benget secara virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Baca juga: Vaksin Corona untuk Anak Belum Ada, Menkes: Belum Ada Uji Klinis

Dari total 200.000 lebih WNA dan WNI yang masuk ke Indonesia dan dikarantina, tercatat sebanyak 4.500 positif Covid-19. “Nah, sekarang itu sudah 200.000 lebih. Dari data ini kita dapatkan sekitar 4.500 itu mereka yang positif. Jadi artinya kita sudah bisa mengcover atau juga kita mencegah sekitar 4.000 lebih kasus konfirmasi positif Covid yang masuk ke wilayah. Artinya memang karantina ini memang benar-benar harus dilakukan,” kata Benget.

Benget mengatakan kebijakan karantina bagi pelaku perjalanan ini mengacu pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Jadi memang benar untuk pelaku perjalanan kita itu masih mengacu pada Surat Edaran 8 dari Gugus Tugas tahun 2021. Jadi memang di mana setiap warga negara Indonesia dan warga negara asing yang masuk ke Indonesia mereka diwajibkan mempunyai hasil negatif yang berlaku 3x24 jam dari keberangkatan,” kata Benget.

Setelah sampai di Indonesia, kata Benget, mereka akan dilakukan karantina selama 5 hari di Wisma Atlet Pademangan dengan dilakukan pemiriksaan swab sebanyak dua kali. “Nah ini artinya, untuk update terakhir data yang kita punya untuk Wisma Atlet Pademangan itu memang dikhususkan untuk karantina. Di Wisma Atlet Pademangan dan 3 Tower yakni Tower 8, 9, 10 semuanya digunakan untuk karantina pelaku pejalan internasional.”
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Budisatrio : Pemulangan...
Budisatrio : Pemulangan 9 WNI Bukti Nyata Efektivitas Diplomasi RI
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Rekomendasi
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Profil 3 Vaksin Covid-19...
Profil 3 Vaksin Covid-19 yang Baru Masuk di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved